Strawberry
Sudah lama juga tidak bergelut dengan tanaman, akhirnya saya mulai bertanam-tanam lagi. Dengan memanfaatkan sedikit lahan di belakang rumah yang kebetulan cuman ada pasir saja, dengan rajin saya mengisi polybag untuk ditanami sayur, cabe tomat, dan kebutuhan dapur lainnya. Selain untuk menyalurkan hobi, mudah-mudahan nanti bisa membantu kebutuhan dapur kecil-kecilan yang tentu saja lebih memuaskan diri sendiri dan keluarga karena dipetik dari kebun sendiri
.
Namun yang paling saya gandrungi sekarang adalah menanam strawberry, karena belum pernah menanam tanaman ini sebelumnya. Nyoba-nyoba googling, kok tanamannya cantik banget, daun hijau berpadu dengan buahnya berwarna merah, aihh.. sedap sekali dipandang mata.
Setiap kali saya bertanya sama orang yang punya tanaman strawberry tentang apakah tanaman ini bisa dikembangbiakkan dengan biji, mereka selalu menjawab impossible. Namun setelah dicoba sendiri, menumbuhkan strawberry dari biji tidaklah terlalu sulit asalkan tahu tips nya. Pada awalnya strawberry saya selalu gagal sprout. Setelah diteliti, ternyata medianya kurang lembab.
Akhirnya semaian strawberry yang baru, saya siram 2 kali sehari dengan spray agar media tetap lembab. Dan alhamdulillah mulai menampakkan hasil. Dalam 1-2 minggu, kecambahnya mulai menampakkan diri, baik yang saya semai dengan media tanah + kompos + sekam bakar, maupun tanah + pakis + sedikit pasir + sekam bakar. Namun perkembangan yang paling cepat adalah dengan tanah + pakis + pasir + sekam bakar, karena sifatnya pakis dan sekam yang mudah mengikat air, menyebabkan strawberry bertahan hidup, hehe…
Beberapa koleksi dari kebun yang masih sedikit


Ini yang baru sprout

Filed under: Environment Tagged: | masa germinasi strawberry, mengembangkan strawberry dengan biji, strawberry, tips biji strawberry



