Cabe dalam Polibag

Menanam Cabe Rawit dalam Polibag

Rawit

Cabe rawit ini termasuk kebutuhan esensial buat saya, sering dibikinin campuran mie instant, nasi goreng, penyedap gulai dan sebagainya. Menanamnya juga gak repot kok, semai rata-rata seminggu udah tumbuh, lalu setelah berdaun 4 dipindahkan ke pot atau polibag. Bahkan, cabe rawit yang saya tanam tahun lalu pun masih menghasilkan buah sampai sekarang, karena rawit adalah jenis cabe yang berumur panjang dan tidak rewel.

Sebelumnya sempat terkena hama thrips dan tungau, dan di semprot dengan abamectin 4-5 kali udah sembuh. Karena sudah berbuah, tidak ada lagi saya semprot pestisida. Justru yang repot itu menanam cabe yang aneh-aneh alias cabe impor, terkadang menunggu sprout aja lama bener.

Pupuk untuk rawit juga gak macam-macam. Waktu baru pindah dulu, tidak saya pupuk sampai remaja karena tanah sudah saya campur dengan pupuk kandang. Setelah remaja, saya beri NPK hijau satu kali saja, dan ketika sudah berbunga di pupuk dengan campuran TSP + KCL. Saya juga kurang mengerti soal pemupukan, jadi browsing di internet, ya pake pupuk itu yang mudah di dapat :D

Waktu Bayi

Kebun Cabe

 

About these ads

3 thoughts on “Cabe dalam Polibag

  1. makasih mbak, udah berkunjung…
    susah juga ya mbak, berkebun di negeri 4 musim, kalo indonesia puas berkebun 12 bulan, hihihi :D

  2. iya di Indonesia bisa puas berkebun :D.

    Sayuran atau tanaman buah tdk bisa ditaruh dalam rumah krn butuh sinar matahari langsung dan serangga, saya pernah taruh dlm rumah utk menunggu cabe2 hingga merah ehh lama-lama daunnya layu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s