Blog Award

Blog Award

Maren dapat award dari Bang Madhysta, katanya sih ne award kudu dibagi-bagiin pula. Duh, ga ngerti2 amat soal award neh…. Coba yang dibagi-bagiin tu duit, pasti langsung ON matanya (jiplak mode ON), xixiixixix

Daftar tugas yang kudu dilaksanakan adalah :

1. Put this logo in your blog posting or
2. Invite 10 people to take this award
3. Do not forget to link back the web blog owned
4. Let them know that they have received this award by commenting on their blog.
5. Share the love to those who get this award.
6. This is what Pink Flower always said.. “That I certainly …, menseokan increase our blog’s PageRank”.

Nah, temen-temen yang beruntung untuk award tersebut sekalian mengemban amanah adalah :

Phiy
Aryanesa
Catra
Zoel
Bocahbancar
Cengkunek
Wemmy
Ayruel
Sucipto
Bang Ian

Pengalaman Berharga Hari Ini

Respect

Dua hari yang lalu sempat kedatangan 2 orang user yang kebetulan adalah suami isteri. Mereka butuh buat ngeprint. Karena gw lagi males edit bahan mereka, ya gw kasih aja komputer operator dan printer sama mereka jadi mereka bisa edit dokumen mereka sendiri dan ngeprint sendiri. Berulang-ulang kali mereka juga sempat sedikit “merepotkan” dengan banyak bertanya-tanya soal bahan mereka, dan ternyata juga ga mahir mengedit tulisan di Ms. Word. OK lah, sebagai operator yang baik, of coz gw bantuin. Dan salutnya tiap kali gw habis bantuin mereka selalu bilang “Terima kasih, maaf Mbak udah merepotkan”. Ya gw bilang “Gpp kok, udah tugas saya”.

Pas habis mereka ngeprint dan lagi nyusun-nyusun bahan mereka yang berupa proposal, sempat gw baca cover depan.

Tau ga apa yang bikin gw takjub, ternyata mereka dua-duanya adalah lulusan sarjana Universitas Al-Azhar Mesir. Subhanallah, dan sekarang mereka lagi nyusun proposal dan menyiapkan dokumen-dokumen untuk melanjutkan studi S2 di negeri gurun itu. Hohohoh….. ternyata emang bener apa yang pernah temen gw bilang. Jangan menilai orang dari luarnya saja. Dari luarnya 2 orang tadi biasa-biasa saja. Bahkan yang suami bahkan terlihat sedikit bloon. Wah, gw jadi malu sekaligus salut sama mereka berdua.

Dan satu hal pelajaran yang gw petik dalam hal ini adalah, mungkin dalam satu atau beberapa bidang seseorang memang tidak menguasai bahkan tidak kenal sama sekali, tapi dilain bidang bisa saja orang yang kita anggap remeh, bahkan lebih super daripada kita. Kenapa? Karena tuhan menciptakan setiap orang itu istimewa dan diberi kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Pelajaran berharga hari ini : Don’t judge a book by it’s cover. ;)

Orang-orang dalam Sejarah Mountaineering

Jerzy “Jurek” Kukuczka & Reinhold Messner : 2 orang paling hebat dalam sejarah mountaineering

Jika kamu bertanya kepada orang umum atau pendaki yang wawasannya belum seberapa; Siapakah pendaki Himalaya terhebat? Jawabnya pasti Reinhold Messner. Tapi jika pertanyaan itu ditujukan kepada para pendaki veteran yang pernah menjamah 8000mdpl ataupun sebagian dari seven summits, mereka pasti memilih Jerzy Kukuczka.

Meskipun Reinhold Messner dan Jerzy Kukuczka sama-sama dijuluki pendaki hebat, karena keduanya adalah dua orang pertama yang telah menaklukkan 14 puncak diatas 8000mpdl, tapi sebenarnya prestasi antar keduanya memiliki selisih yang sangat signifikan.

Messner adalah tipe pendaki yang selalu memanfaatkan prestasinya untuk mencari modal untuk setiap pendakiannya, selalu mendaki dengan penuh perhitungan dan memanfaatkan alat pendakian modern. Sebaliknya, Kukuczka bukanlah siapa-siapa, ia adalah tipe pendaki miskin tidak bermodal, hanya mau mendaki lewat rute tersulit, yang selalu berjuang dan menderita dalam kesendirian dan selalu mendaki dengan cara alpine style selama musim dingin. Bahkan di penghujung hidup dan karir pendakiannya, ia masih memakai peralatan bekas yang ia beli dari pasar tradisional Kathmandu. Alpine style adalah model pendakian secara tradisional, dengan alat seadanya dan bekal seminim mungkin.

Messner adalah orang pertama yang telah menaklukkan semua 14 puncak 8000mdpl, tetapi Kukuczka lah orang pertama yang mampu melakukannya dalam waktu singkat. Messner butuh waktu 16 tahun, sedangkan Kukuczka hanya 8 tahun. Kukuczka meraih 11 dari 14 puncak tersebut melalui rute baru, 4 puncak ia raih ketika musim dingin yang menjadikannya sebagai pendaki pertama yang berhasil mencapai puncak Dhaulagiri, Cho Oyu, Kanchenjunga dan Annapurna I pada musim dingin.

Messner adalah pendaki puncak Everest pertama tanpa bantuan oksigen, tetapi Kukuczka hanya sekali memakai bantuan oksigen selama menaklukkan semua 14 puncak di atas 8000mdpl. Read more »

Mendaki Gunung = Menghargai hidup

Mendaki Gunung = Menghargai hidup

Mendaki Gunung

Sedikit sekali orang yang bisa memahami keadaan seseorang atau keadaan sekitarnya, jika ia tidak terjun langsung atau mengalami apa yang dirasakan seseorang dalam kehidupannya.

Pencinta Alam atau biasa disebut PA, itulah yang pertama kali orang katakan saat melihat sekelompok orang – orang ini. Dengan ransel serat beban, topi rimba, baju lapangan, dan sepatu gunung yang dekil bercampur lumpur, membuat mereka kelihatan gagah. Hanya sebagian saja yang menatap mereka dengan mata berbinar menyiratkan kekaguman, sementara mayoritas lainnya lebih banyak menyumbangkan cibiran, bingung, malah bukan mustahil kata sinis yang keluar dari mulut mereka, sambil berkata dalam hatinya, “Ngapain cape – cape naik Gunung. Nyampe ke puncak, turun lagi…mana di sana dingin lagi, hi…!!!!!!!”

Tapi tengoklah ketika mereka memberanikan diri bersatu dengan alam dan dididik oleh alam. Mandiri, rasa percaya diri yang penuh, kuat dan mantap mengalir dalam jiwa mereka. Adrenaline yang normal seketika menjadi naik hanya untuk menjawab golongan mayoritas yang tak henti – hentinya mencibir mereka. Dan begitu segalanya terjadi, tak ada lagi yang bisa berkata bahwa mereka adalah pembual !!!!!

Peduli pada alam membuat siapapun akan lebih peduli pada saudaranya, tetangganya, bahkan musuhnya sendiri. Menghargai dan meyakini kebesaran Tuhan, menyayangi sesama dan percaya pada diri sendiri, itulah kunci yang dimiliki oleh orang – orang yang kerap disebut petualang ini. Mendaki gunung bukan berarti menaklukan alam, tapi lebih utama adalah menaklukan diri sendiri dari keegoisan pribadi. Mendaki gunung adalah kebersamaan, persaudaraan, dan saling ketergantungan antar sesama.

Dan menjadi salah satu dari mereka bukanlah hal yang mudah. Terlebih lagi pandangan masyarakat yang berpikiran negative terhadap dampak dari kegiatan ini. Apalagi mereka sudah menyinggung soal kematian yang memang tampaknya lebih dekat pada orang – orang yang terjun di alam bebas ini. “Mati muda yang sia – sia.” Begitu komentar mereka saat mendengar atau membaca anak muda yang tewas di gunung. Padahal soal hidup dan mati, di gunung hanyalah satu dari sekian alternative dari suratan takdir. Tidak di gunung pun, kalau mau mati ya matilah…!!! Kalau selamanya kita harus takut pada kematian, mungkin kita tidak akan mengenal Columbus penemu Benua Amerika. Read more »

Apes… :(

Sebel banget pagi ini, pas mau berangkat kerja ngecek kantong cuman ada sisa Rp. 12.000,-. Lho? Yang 1 lembar 50 ribu lagi kemana? Dengan panik gw cek seluruh sisi kantong, celana dan jaket. Tapi si ajaib tu nggak nongol-nongol juga. Apa jangan-jangan ini gara-gara kemaren ngorek-ngorek kantong trus ada yang kececer kali ya? Hiks….. apes dahh…. :(

Kalo kek gini, terpaksa bobol tabungan juga ntar sore buat menyambung hidup beberapa hari ke depan. Duhh…. tanggal tua kek gini ngpain juga sih pake acara kehilangan duit segala? Whuaaaaaa………. :cry:

Hutan Lindung Mau di Babat

Calon Presiden PAN Akan Membabat Hutan Lindung

Siaran Pers JATAM, WALHI, KAU – 28 Februari 2009

Nur Alam, salah satu kader utama Partai Amanat Nasional (PAN), yang kini menjabat Gubenur Sulawesi Tenggara, akan mengusulkan pembukaan hampir 0,5 juta ha hutan lindung untuk dikeruk jadi kawasan tambang. Saat laju perusakan hutan Indonesia menempati angka tertinggi di dunia, perbuatan calon prsiden dari partai PAN ini sungguh memalukan.

Baru setahun menjadi Gubenur, Nur Alam berencana mengubah status hutan lindung di kawasan Kolaka, Konawe Utara, Bombana, Buton, dan Konawe Selatan, termasuk juga kawasan Taman laut Pulau Padamarang, Kolaka dan Tanjung Lasolo, Konawe Utara. Luas hutan yang akan dirubah tak tanggung-tanggung, ada 481 ribu ha (KP).

Padahal akhir Desember 2008 lalu, Soetrisno Bachir âEUR” ketua umum PAN, mengumumkan Nur Alam sebagai satu dari sembilan calon presiden yang akan diusung PAN pada Pemilu 2009. Nur Alam baru mengumumkan rencana menurunkan status hutan lindung menjadi hutan produksi, sebelum ditambang besar-besaran. Sungguh jalan pintas sangat buruk, yang dilakukan kader salah satu partai utama di negeri ini, yang selalu meneriakkan nasionalisme.

Gubenur lupa, perizinan pertambangan dan ekstraksi lainnya yang dikeluarkan propinsinya sudah terlalu banyak. Walhi Sultra menyebut lebih 253 izin pertambangan telah dikeluarkan, belum ijin penebangan HPH, puluhan izin perkebunan besar maupun HTI dan meluasnya praktek penangkapan ikan dengan cara illegal memakai Trawl, Bom, dan Pembiusan, juga pembukaan tambak besar.

Kadis Pertambangan Provinsi Sultra, Muh. Hakku Wahab, menjamin areal pasca tambang akan di hutankan kembali agar ekologi yang terdapat pada daerah hutan lindung tersebut tetap terjaga. Ironis, sebab terbukti, pemerintahannya tak becus mengurus pengerukan bahan tambang disana. Mulai dari tambang PT Antam yang paling besar di daratan utama Pomalaa hingga pulau kecil Kabaena.

Pomalaa, kini menjadi kota kecil di Kolaka, disana ada 10 ijin Kuasa Pertambangan (KP) yang mewariskan kerusakan lingkungan cukup hebat. Di 12 desa sekitar masih banyak warga yang miskin, salah satunya desa Tambea, yang sebagian besar masyarakatnya bermata pencarian nelayan dan budidaya teripang. Sekarang hasil tangkapan nelayan turun drastis, budidaya teripang mati. Akhirnya warga menjadi buruh beberapa perusahaan pemilik KP. Juga Di Sopura dan Lawania, empang milik warga terpaksa tutup, padi kerap gagal panen, air sungai dan laut memerah yang berasal dari rembesan air di atas perbukitan, yang ditambang PT Antam. Read more »

Jadilah Petualang yang Baik

Jadilah Petualang dan Pendaki yang Peduli dan Bertanggung Jawab…..

Mengutip apa yang sedang hangat dibicarakan di milis dalam dua hari terakhir, gw juga pengen berbagi sedikit alam blog gw sambil sesekali ngasih komentar. Ada beberapa item yang perlu diperhatikan bagi penggiat alam bebas.

  1. Buanglah sampah pada tempatnya, kalau tidak ada tempat sampah, sewaktu turun gunung bawa balik semua sampah yang telah kamu hasilkan. Hindari membawa benda atau bahan non-organik yang baunya tajam atau menyengat. (Yap, bener banget, alam bukan tempat buang sampah gratis).

  2. Jangan bawa apapun. Jangan bawa batu, tumbuhan dan benda alami lainnya. Cukup ambil fotonya saja, jejak kaki dan bau benda non-organik yang kita bawa saja sudah cukup menyiksa bagi penghuni alam bebas.

  3. Amatilah satwa liar dari kejauhan, jangan mengikuti apalagi mengusik satwa liar kecuali ada kepentingan untuk penelitian ilmu pengetahuan.

  4. Ketika berjalan di hutan, berjalanlah dalam grup kecil dan di jalur yang telah disediakan. Karena jejakmu bisa mencederai bahkan membunuh tanaman, binatang dan organisme kecil yang hidup di permukaan dan bawah tanah. Alangkah lebih baik lagi bila pendakian dilakukan hanya dalam skala kecil maksimal 3 orang, 5 orang sudah terlalu banyak. Hentikan tradisi pendakian massal. (Seep banget, pendakian massal, selain bikin ribut juga bikin habitat disekitarnya musnah. Kebayang kan, kalo ndaki rame-rame, berapa tumbuhan di luar jalur yang bakal terinjak) Read more »

Ampun Mande..

Mabok Lagee…

Bukittinggi, kota wisata andalannya Sumatera Barat emang indah. Gw sendiri udah ngebuktiin dengan mengunjungi berbagai objek wisata di sana. Tapi….. Kalo gw ke Bukittinggi dari Padang Panjang, tetep aja gw ga suka. Soalnya saban kali mo ke Bukittinggi, di atas angkotnya gw pasti mual minta ampun. Ampe kadang-kadang muntah. Hueekk… :roll: Padahal jaraknya dari Padang Panjang tuh cuman 25 km. Beda kasus kalo gw ke Padang kota, butuh jarak sekitar 70 km dan gw ga ngerasain apa-apa.

Mungkin letak perbedaannya adalah 1) jalur ke Padang, yang muter-muter dan curam tuh cuman dari Padang Panjang sampe sekitaran Malibou, dan itu buat gw ga ngaruh-ngaruh amat, karena sering naek travel yang nyaman kalo kesana, 2) nah, ini yang ribet. Angkot ke Bukittinggi dari Padang Panjang tu udah tua banget, bau minyak bensinnya tuh naik ke kendaraan, belum lagi goyangan dan bunyinya yang ampun dah… :cry: Selain itu, jalur yang dilewati juga cenderung mendaki dan belok-belok, otomatis bau minyak kendaraan tadi makin naik donk? Belom lagi kalo udah macet di pasar sayur Koto Baru, bau sayur yang nyampur-nyampur juga bikin gw kapok. Asapnya juga. Duh, sebel… satu-satunya hiburan dalam perjalanan ke Bukittinggi buat gw adalah karena ngelalui gunung Singgalang dan gunung Merapi, jadi saban kali mo ke Bukittinggi, palingan gw ngeliat 2 gunung itu aja.

Nah, pengalaman hari ini ke Bukittinggi? Secara gw disuruh ama si boss beli tinta printernya (coz ga ada yang jual di PP), makanya gw disuruh ke Bukittinggi aja. Tau ga, pas balik ada Ibu-ibu naik angkot, trus saban kali gw buka pintu jendela, dia juga nutup sambil menggerutu jendelanya. Damnn….. :( Padahal jendelanya deket gw lho, alasannya dingin. Alamakk… ampun, paling ga tahan naik angkot yang pengap dan ga kemasukan angin. Ternyata bener juga, baru nyampe Koto Baru, perut gw langsung meledak. I don’t care.. Sapa suruh bandel nutup jendela, iihihihihih…. Mampusss….

Bukittinggi, gw kapok naik angkotnya, tapi kotanya kerenn.. but, gimana mau nyampe disana kalo ga naek angkot yah? Kapan ada angkot yang keren kek angkot mo kerumah gw ya? Capede……

Kangen….

Gw kangen ke gunung… hikss… Makin lama makin ga kebendung hasrat alami ini neh… Merapi, i miss u so much. Kapan yah, daku sempat berlabuh lagi di puncakmu…. KANGENNNN……. :cry:

Catatan Hati Seorang Istri

Catatan Hati Seorang Istri

untitled
Saat cinta berpaling
dan hati menjelma serpihan-serpihan kecil
saat prahara terjadi
saat ujian demi ujian-Nya terasa terlalu besar untuk ditanggung sendiri
kemanakah seorang istri harus mencari kekuatan
agar hati mampu terus bertasbih

Catatan Hati Seorang Istri, memuat sebagian kecil peristiwa itu. Isinya kisah-kisah yang mengharu biru yang membuat saya ternganga. Sebab ternyata betapa dahsyat kekuatan yang dimiliki perempuan, sosok yang seringkali dianggap lemah, tidak berdaya dan pada tataran tertentu sering hanya dianggap sebagai makhluk nomor dua. (Pengantar Buku Catatan Hati Seorang Istri).

Hari kemarin, setelah dapat ebooknya gw langsung mengheningkan cipta di depan komputer sampai sore, dan terkadang malu untuk menitikkan air mata baca buku ini.

Catatan Hati Seorang Istri, mengandung kisah-kisah inspiratif dan sarat makna yang biasa terjadi dalam kehidupan perempuan. Bagaimana perasaan seorang wanita ketika suaminya memutuskan untuk berpoligami, bagaimana rasanya ketika sang suami jatuh cinta pada wanita lain, bahkan pada babysitternya sendiri. Keikhlasan dan kesabaran yang luar biasa dari seorang wanita untuk mengikhlaskan keadaan apapun yang diterimanya tanpa mengeluh, bahkan ketika harus berbagi cinta dengan wanita lain.

Ketika cinta lepas dari genggaman. Ketika orang yang bertahun-tahun menemani kita dipanggil kehadapan-Nya. Ikhlaskah secara iman? Ketika rumah tangga yang selama ini baik-baik saja, suami yang mencintai istri dan anak-anak dengan sempurna, namun ketika diketahui telah menanam benih-benih cinta pada perempuan lain selama tiga tahun. Bagaimana tindakan sang istri? Dia hanya bisa menerima, karena tidak ingin menyakiti anak-anaknya.

Luar biasa, inspiratif, motivatif dan bahkan sempat berpikir apa yang terpikir oleh lelaki ketika berselingkuh bahkan mencari cinta yang lain. Bahkan ketika disakiti secara fisik dan batin, mereka hanya bisa ikhlas pada-Nya.

Ada juga kisah yang bikin gw terharu dan menitikkan air mata. Tentang pasangan pedagang miskin, yang menjajakan dagangan menggunakan sepeda dan telah bersama selama puluhan tahun, tapi tetap saling melemparkan senyum penuh cinta seakan mereka adalah pasangan-pasangan muda. Bagaimana mereka mempertahankan cinta mereka, bahkan ditengah kehidupan yang semakin sulit, tapi malah menguatkan cinta diantara mereka. Sepasang pengemis buta, tetap penuh canda dan senyum di jalan ketika mengemis. Wah, kerennnn… Top banget deh pokoknya.

Buku ini cocok dibaca untuk kita semua, apalagi yang mulai mempersiapkan hidup baru dengan pasangan yang akan dipanggil suami atau istri. Buku ini cocok dibaca untuk calon suami, yang pengen tahu bagaimana sisi hati dan perasaan wanita, untuk mendalami ruang cinta para wanita. Cocok dibaca untuk calon istri yang membutuhkan motivasi agar bisa melewati kehidupan rumah tangga yang penuh liku.

Asma Nadia, adalah pengarang produktif dan menguak berbagai sisi kehidupan dengan lugas dan tajam. Dari zaman SD dulu, gw dah kenal sama pengarang kawakan ini, soalnya dulu cerpen Asma Nadia sering nongol di Majalah Annida yang dibawa pulang oleh sepupu gw. Karena dia kebetulan mondok di pesantren, jadi pasti aja bacaan-bacaannya adalah yang berbau islami.

Catatan Hati Seorang Istri, terbitan Lingkar Pena juga udah menjadi best seller. Emang dari dulu, Lingkar Pena selalu menghadirkan buku-buku islami yang bermutu, baik itu novel, buku-buku motivasi yang dibawa mulai dari bahasa serius sampai pada bahasa-bahasa anak remaja zaman sekarang, tapi tetap tidak mengurangi isi buku tersebut. Pokoknya saluttttt….. Top abiesss….

Status : direkomendasikan.
Buat yang mau download ebooknya, silahkan klik disini