Kebun Sayur di Belakang Rumah

Kebun Sayur di Belakang Rumah

Raise Bed Kangkung

Tahun lalu, ketika semangat berkebun mulai tumbuh, saya bela-belain bikin raise bed kecil karena di pekarangan belakang ga ada tanahnya, isinya pasir ama batu semua. Pinggirannya saya tahan pake bata, cepet hancur sih kena hujan dan panas. Tapi karena adanya cuman itu, ya udah dimanfaatkan aja. Bagusnya pakai papan, atau bata yang direkat dengan semen, baru deh kuat. Untuk raise bed sekecil ini, butuh tanah kalau ga salah 3-4 gerobak, trus dicampur dengan sekam mentah dan pupuk kandang, lalu saya diamkan satu minggu baru setelah itu saya tanami sawi. Saya cenderung menanam sayur langsung di tanah, daripada pake polibag, karena nanam sayur di polibag gede modalnya plus capek ngisi tanahnya.

Akhir-akhir ini saya tanami kangkung, karena sepertinya lebih tanah hama daripada sawi. Penyakit sawi yang bikin bete adalah kumbang dan ulat yang bikin daunnya jadi bolong-bolong. Mau ngasih pestisida, pengennya organik. Kasih pestisida nabati, ga mempan. Ya udah, saya gilir aja sama kangkung dan bayam, daripada makan sawi bolong-bolong gitu jadi ilfil.

Tanaman Sawi

Kangkung sebanyak ini cukup untuk 1 hari makan dirumah. Sayuran lainnya saya tanam dengan sistem hidroponik, ada kailan, pakchoy dan selada juga. Sangat menyenangkan menanam sayuran sendiri, kita tahu kualitasnya dan perkembangan sayurnya. It’s good to grow your own vegetable on your own garden :D