Cita-cita

SAYA MAU JADI PILOT

Kelas 4 SD (kalo ga salah), saya nonton film Top Gun . Ceritanya tentang seorang pilot, dilakoni sama Tom Cruise . Sejam setelah nonton, saya tergila-gila dengan sebuah cita-cita yang namanya jadi “Pilot”. Jadi lah, ketika di tanya guru di sekolah, cita-cita kamu mau jadi apa?? Simply answer, saya jawab “Saya mau jadi pilot, Bu Guru”. Entah karena aktor cakep nya kah yang membintangi film tersebut, ato karena memang dunia di atas awan itu memang mengagumkan.

Seusai cita-cita menjadi pilot, malah tambah gede lagi, saya mau jadi astronot. Setelah nonton film nya Bruce Wills, Armageddon, sountrack nya yang romantis, kisahnya yang heroik, aktor nya juga cakep (Ben Affleck)😀. Bahkan, sampai-sampai saya nguber-nguber perpustakaan sekolah buat nyari buku tentang luar angkasa. Terkesan absurd, namun itulah saya dulu nya, waktu masih lugu-lugunya dan terjebak dengan pertanyaan klise, “Apa cita-cita anda?”. Saya hanya berpikir, ntar kalo saya gede mau jadi apa?? Jadi pilot buk, hebat, bisa terbang. Hehehehhe…. 😛

Namun tahukah? Ternyata tidak semua keinginan kita dan cita-cita kita yang kandas dengan berbagai alasan. Masalah nilai akademis lah, masalah fisik lah, dan yang paling tragis adalah masalah ekonomi. Berapa banyak yang tidak bisa menggapai cita-cita nya karena alasan ekonomi. Entah kenapa, kek nya uang selalu jadi pemicu masalah. Tanpa uang kita ga bisa sekolah, itu katanya…. Tahu ga sih??? Uang buat sekolah pilot itu ternyata gede banget…. jutaan, puluhan jutaan bahkan ratusan juta. Itu dulu yang saya dengar dan faktanya juga berkata demikian. Alrite, satu cita-cita pertama saya kandas, ketika saya baru menginjak kelas 1 SMP.

Kelas 2 SMP, guru biologi saya sempat jadi pemicu semangat saya. Bapak Suparno, sekarang ngajar di kampung kelahirannya (Jawa). Gaya ngajar beliau yang tenang dan gampang nancep di otak, bahkan buat otak saya yang rada bengong kalo diisi. Sempat terpikir buat saya untuk jadi biologist, entah itu dokter ato ahli anatomi, ato ahli tumbuhan dan sebagainya yang berhubungan dengan biologi. Terpikir alternatif kedua, saya ingin jadi dokter. Dorongan dan sosok guru biologi saya, cara dia memberikan motivasi kepada murid-murid nya, membuat saya pengen buktiin, “Pak, ntar kalo saya dah gede, saya jadi dokter, kalo Bapak sakit, berobatnya sama saya aja, gratis” . Sebuah cita-cita yang ga tau gimana ujungnya. Sampai kelas 3, saya masih diajar oleh guru yang sama. Sampe-sampe ketika ada poling guru yang paling favorit, saya pasti milih si Bapak Biologi saya.

Namun, satu cita-cita yang tak pernah saya jamah adalah menjadi ahli politik. Kelas 2 SMP saya sempat trouble dengan guru PPKN saya, dan saat itu sampai sekarang, saya tetap tidak ingin menjadi ahli politik yang kebanyakan pintar ngomong doank.

Kelas 3 cawu 2 (masih sistem cawu), nilai biologi saya anjlok, gara-gara habis sakit, dan saya tidak bisa mengikuti pelajaran genetika. Seumur-umur, baru kali itu nilai ulangan saya jeblok. 4,5. Busettt dah. Seminggu habis saya meratap dengan nilai ulangan saya, ada tragedi kecelakaan pas di depan sekolah. Darah berserakan, kepala pusing liat darah. Jadi inikah kerjaan dokter? Ngadepin pasien yang kecelakaan, operasi, penyakit lain yang ga jauh-jauh dari darah? Stop, i can’t do this. Wong liat darah aja dah puyeng, gimana mau jadi dokter? Satu cita-cita kandas lagi.

Sempat pengen jadi penulis, dari SD saya udah hobi baca. Sastra yang rada berat sampe novel, roman, hikayat, cerpen, kisah-kisah, pokoknya buku apa saja saya jamah untuk memperkaya kosakata dan pemahaman saya dalam dunia sastra. Dan hoby ini baru saya lakoni dengan serius ketika masuk SMK. Tidak juga bertahan lama, setelah satu naskah saya nampang di Mading, udah itu aja. Habis itu saya malas, karena tulisan saya sering di kritik pedas oleh banyak orang. Itulah tantangan nya jadi penulis. Dan satu cita-cita saya tinggalkan, saya ga mau jadi penulis. Cukup lah hoby jadi penulis saja yang saya lakoni, hanya hoby bukan cita-cita.

Sampai sekarang, saya tidak berani lagi punya cita-cita. Hanya keinginan, saya ingin hidup tenang, damai tanpa banyak unek-unek yang bikin otak saya puyeng. Just wanna be a calm guys, melakukan apa yang bikin saya damai tanpa di ganggu oleh apapun. Cita-cita untuk masa depan?? Au ah ……. gelap, !!!!!!!!!! 😀

2 thoughts on “Cita-cita

  1. keren cita2 dinda yo:D

    ( SEANDAINYA ENGKAU JADI PILOT AKU MAU JADI CO PILOTNYA )

    ( SEANDAINYA JADI PRAMUGARI AKU PUN MAU JADI PRAMUGARANYA )😀

    AJAAN JADI PENULIS CIEK DINDA ;))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s