Puisi

Chantiq …..

Tentu saja aku tak pernah menanyakan mengapa kau tak datang dalam dinginnya winter Desember..

karena angin danau yang beku membisikan kesetiaan dari sela sela jendela

Aku juga tak pernah menanyakan kenapa hujan membuat Mawar menggugurkan kelopak bunganya,

karena tetesan hujan itu tangis kerinduan langit kepada bumi,

Kayu meretas asap perapian unggun, merayu tuk bertahan tinggal hingga musim panas di akhir Juni..

membujuk tinggal di sejuknya udara bukit..

jauh dilembah dimana anggrek berwarna ungu berbunga selamanya

kutanam semua rayuan dan harapan mu itu ,

aku tak pernah berkata aku kan tinggal selamanya..

walau aku begitu mencintaimu dan kau belum merasa jemu dengan lagu yang kunyanyikan

tetapi rasanya aku dikutuk menjadi seorang petualang…

aku singgah di semua hati bukan untuk kesenangan ..

aku merangkai hikmah semua peristiwa seperti aku merangkai bunga yang ditemui sepanjang jalan ..

rinai hujan dari beningnya dua mata..

tak kuasa menyaksikan perahu perahu yang berlayar

di luasnya..

di hangatnya samudera hatiku…

( kini aku merindu pantai dan matahari .. )

Taken From “Milis”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s