Intuisi

Kekuatan Intuisi

Pengantar : Kemendesakan Intuisi dalam Petualangan

Dalam situasi survival, baik itu di sungai, di laut, di gunung, di hutan atau bahkan di udara, banyak keputusan harus diambil tanpa harus melakukan analisis terlebih dahulu. Mereka yang berada dalam situasi mendesak, tidak memiliki banyak waktu untuk menimbang, keputusan harus segera diambil berdasarkan apa yang dituntut intuisi kita.

Contoh para pemanjat tebing, dan para eksplorer yang pergi ke tempat yang sama sekali baru. Di daerah yang sama sekali asing, situasi senantiasa berubah, desakan waktu demikian kuat, memaksa kita untuk menggunakan intuisi, sesudah langkah ini, langkah seperti apa yang harus kita ambil-sesudah pijakan ini, kemana lagi kaki hendak melangkah, dan sudut mana yang aman untuk digenggam.

Atau pada saat anda melakukan caving dan rafting; ketika para peserta mulai panik, ribut tidak fokus karena kondisi bahaya akibat jeram yang berbahaya atau suasana yang gelap, seorang pemimpin harus segera membuat keputusan secepat mungkin berdasar intuisinya dan membuat tindakan-tindakan antisipatif.

Suasana pengambilan keputusan intuitif juga dapat terjadi ketika dalam pendakian, tiba-tiba anda terperangkap dalam badai hujan. Anda dihadapkan pada pilihan-pilihan. Melanjutkan pendakian atau berhenti untuk membuat shelter. Anda tidak memiliki waktu banyak, keputusan harus segera dibuat sebelum para peserta mati kedinginan atau basah total.

Membuat analisis dan memiliki banyak informasi memang berguna untuk membuat keputusan, tetapi akhirnya dalam situasi tertentu, anda diminta untuk membuat keputusan intuitif-keputusan yang dibangun berbasiskan pengalaman anda sendiri yang jauh lebih penting daripada ijasah.

Yah, ada hubungan antara pengalaman anda dengan intuisi yang semakin berkembang. Ada hubungan antara refleksi (memaknai pengalaman anda) dan catatan perjalanan anda dengan pengembangan keputusan intuitif. Mari kita lihat sekilas apa itu intuisi.

Apa itu Intuisi?

Intuisi adalah cara kita dalam menerjemahkan pengalaman kita ke dalam sebuah tindakan. Intuisi berkembang karena pengalaman anda. Semakin anda kaya dalam pengalaman, semakin kuat intuisi kita muncul memberikan petunjuk, khususnya ketika menemukan situasi-situasi mirip dengan pengalaman anda di masa lalu.

Semakin detil anda mengolah pengalaman anda, semakin ahli diri anda membuat keputusan intuitif. Pengalaman yang terolah dengan baik, berulang dan terakumulasi dan terkait dalam pikiran kelak akan menciptakan pola. Saat anda masuk dalam situasi tertentu, anda merasakan adanya alarm-alarm dalam pikiran anda yang membangkitkan pengenalan atas pola tertentu yang pernah anda bangun berdasar pengalaman anda. Maka, dengan mudah anda membuat keputusan, karena secara sadar maupun tidak sadar anda mendapatkan intuisi atau pengenalan bagaimana harus bertindak dalam situasi seperti itu.

“Intuisi adalah cara kita menerjemahkan pengalaman kita menjadi penilaian dan keputusan praktis. Intuisi adalah kemampuan mengambil keputusan dengan menggunakan pola untuk mengenali skenario tindakan khusus yang akan diambil.”

Bagan Pengambilan Keputusan Intuisi

Situasi memunculkan Petunjuk yang memungkinkan anda mengenali Pola yang mengaktifkan Skenario Tindakan untuk mempengaruhi Situasi.

Suatu pola adalah rangkaian petunjuk yang biasanya menyatu bersama-sama sehingga jika anda melihat sebagian dari petunjuk itu, anda bisa menduga bahwa anda akan menemukan petunjuk lainnya.

Ketika sebuah situasi baru muncul, kita mengenali betul situasi itu dengan cara mencocokkannya dengan pola yang telah kita kenali di masa lalu.

Pengenalan terhadap pola menjelaskan bagaimana seseorang bisa membuat keputusan yang efektif tanpa harus melakukan suatu analisis secara seksama.

Semakin banyak pola dan skenario tindakan yang kita miliki semakin pakar kita jadinya dan semakin mudah kita mengambil keputusan.

Pengambilan Keputusan Berjalan Seperti:

  1. Anda masuk dalam sebuah situasi
  2. Anda mendapatkan petunjuk-petunjuk berkaitan dengan situasi itu
  3. Petunjuk memungkinkan kita mengenali pola (yang sudah kita olah berdasar pengalaman kita)
  4. Pola memunculkan skenario tindakan (apa yang harus kita buat ketika menemui situasi tersebut)
  5. Skenario tindakan dinilai melalui simulasi mental (anda membayangkan skenario tindakan itu)
  6. Anda mengambil keputusan intuitif
  7. Anda melihat petunjuk, anda mengenali pola, dan anda mengetahui bagaimana anda harus bereaksi.

Pentingnya Refleksi dan Pemaknaan, Agar Pengenalan Semakin Mudah, dan Pola Semakin Kuat

Kunci untuk menggunakan intuisi secara efektif adalah pengalaman-lebih khusus lagi, pengalaman yang bermakna (dunia nyata)-yang memungkinkan kita mengenali pola dan membangun model mental. Memperkuat intuisi maka adalah memperkuat basis pengalaman. Di dalam dunia petualangan, maka ada baiknya kita mencontoh mereka yang sering membuat dokumentasi dari perjalanan mereka, membuat catatan perjalanan dan refleksi atas pengalamannya itu.

Kita tidak bisa tergantung hanya kepada informasi, kepada prosedur, dan kepada kemampuan analitis. Semua penting, tetapi tetap pada akhirnya anda harus mengambil keputusan yang sifatnya intuitif. Dalam survival, seringkali adalah suatu kesalahan fatal mereduksi keputusan kedalam piliha kualitatif. Dihadapkan kepada dua jalur yang berbeda. Satu terlihat curam, dan yang lain terlihat lebih landai, intuisi anda bisa mendorong anda memilih jalur yang lebih curam, walau pun jalur yang lebih landai, seandainya dianalisi, ditimbang-timbang memiliki resiko lebih kecil. Namun, intuisi anda muncul. Pengalaman anda yang sudah diolah dan membentuk pola memunculkan petunjuk, dan skenario tindakan yang membawa anda kepada keputusan mengambil jalur yang curam.

Intuisi membuat anda aktif mengenali dan mencari pentunjuk. Prosedur, yakni ketika anda kaku mengikuti apa yang sudah direncanakan dengan tambahan birokrasi, membuat anda lebih pasif, tidak adaptif. Anda mungkin akan masuk ke dalam bahaya terlebih dahulu, ketika anda terlalu banyak menghabiskan waktu dengan prosedur dan analisis. Gunakan analisis untuk mendukung intuisi anda. Berhati-hati membedakan antara keinginan dan intuisi.

Keunggulan Intuisi

  1. Mampu mendeteksi tanda awal adanya masalah dan mengenali peluang tanpa harus mengumpulkan semua data yang relevan dan melakukan perhitungan yang diperlukan.
  2. Salah satu manfaat yang paling penting dari intuisi adalah membuat kita waspada bahwa ada sesuatu yang salah, sekalipun kita tidak tahu apakah yang salah.
    Salah satu harapan kita yang paling besar terhadap intuisi muncul ketika kita sedang bergelut dengan ketidakpastian.
  3. Intuisi memungkinkan kita merespon petunjuk yang sebelumnya tidak kita kenali. Intuisi memungkinkan kita mengenali orang-orang dan memahami situasi hanya dalam hitungan detik.
  4. Intuisi memungkinkan kita membentuk penilaian yang akurat dan masuk akal tentang orang lain dan keinginan mereka. Intuisi menyediakan peringatan awal tentang suatu bahaya sebelum kita sempat mengkhawatirkannya.

Penutup

Untuk menjadi seorang pengambil keputusan intuitif yang baik, anda harus terbuka dan peka terhadap perasaan dan petunjuk yang dikirim tubuh anda. Anda perlu memiliki sikap ingin tahu dan memanfaatkan semua pengalaman yang anda miliki dan mengolahkan menjadi pola-pola bermakna melalui refleksi. Anda akan memiliki pemahaman yang bagus tentang apa yang bakal terjadi. Anda akan bisa menjelaskan bagaimana asal mula situasi yang sekarang terjadi. Anda akan menyadari kelemahan diri anda. Anda bisa membayangkan interpretasi yang anda pakai salah. Anda penuh percaya diri, khususnya ketika menghadapi tekanan waktu dan ketidakpastian. Anda bisa mengantisipasi masalah tepat pada waktunya untuk menghindari atau menetralisasinya. Anda akan menjadi menikmati tantangan ketika rencana anda berantakan karena itu merupakan peluang untuk menemukan solusi baru. Anda karenanya semakin siap menjadi penjelajah.

Sumber : Kira, di posting di Milis pangrango@yahoogroups.com

One thought on “Intuisi

  1. kira² ada hubungannya ga antara intuisi dengan spontanitas?

    soalnya setau saya, klo seseorang dah punya pengalaman yang matang..biasanya tidak akan hanya bersifat intuitif aja dalam merespon suatu masalah..

    lebih ke tahapan diatas intuisi yaitu spontanitas nya dechh.. (mang sih..basicly on your intuitions.. :D)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s