Coretan

Proposal… ooohh… Proposal…….

Dalam dua minggu terakhir kerjaan saya di warnet diributkan dengan membludaknya pengetikan proposal permohonan bantuan usaha dari masyarakat sekitar. Sempat bertanya-tanya, ada apa dengan Padang Panjang? Apakah benar-benar ada tersedia program untuk membantu memberi modal pada usaha kecil dan menengah? Dan rata-rata masyarakat yang mengajukan proposal ini adalah kalangan petani, peternak dan pedagang kecil, namun sebagian besar adalah petani yang mengajukan bantuan untuk penambahan modal mereka untuk bertani.

Dari data yang saya temui di lapangan, memang ada dari mereka yang sudah mendapatkan bantuan tersebut. Mungkin dari keberhasilan beberapa rekan mereka, mereka jadi terdorong untuk melakukan hal yang sama.

Mereka ada yang mengajukan bantuan kepada Bapak Walikota Padang Panjang dan ada pula kepada lingkungan DPRD Kota Padang Panjang. Apakah memang benar-benar ada dan ada program khusus dari pemerintah kota untuk bantuan modal tersebut? Sampai sekarang saya tidak tahu. Saya tanyakan kepada beberapa orang di lingkungan Pemda yang saya kebetulan bertemu dengan saya, mereka juga mengatakan “TIDAK TAHU”. Dan sampai sekarang saya juga menjawab tidak tahu karena saya bukan warga kota ini seutuhnya, dalam artian KTP saya bukan KTP kota ini. 😀

Sempat bosan dan jenuh dengan beberapa tingkah polah masyarakat yang datang dan minta tolong untuk membuatkan proposal mereka. Ada yang tidak sabaran, ada yang asal nyerobot, ada yang ngomongnya kasar, ada yang seperti orang bingung dan macam-macam perangai lainnya, hehehe… 😀

Dalam beberapa kasus saya sempat dibikin puyeng, mereka hanya ikut-ikutan membuat proposal sedangkan saya tidak dikasih konsep pembuatan proposalnya. Mereka hanya memberikan selembar fotokopi KTP dan saya disuruh mengolah proposal hanya dengan bermodalkan sepotong foto kopi KTP berukuran 8 x 5. Sempat puyeng juga sih, tidak ada anggaran kasar dana yang mau diajukan untuk apa. Apakah cukup sebuah proposal hanya dengan selembar surat pengantar, fotokopi Kartu keluarga dan KTP saja tanpa ada rincian penggunaan dana? Arghhhhhh…..~x(

Juga tidak ingin menyalahkan mereka karena rata-rata yang datang adalah para petani yang tidak mengerti dengan administrasi. Mungkin saja belum pernah terbayang di benak mereka bagaimana proses administrasi dan kelengkapan dokumen sebuah bahan proposal apalagi yang menyangkut dengan duit.

Bahkan ada juga yang minta di ketikkan Surat Keterangan Miskin, Surat Keterangan Usaha dan Surat Keterangan Domisili di warnet dan rental tempat saya bekerja. Sempat menanyakan kepada mereka, “Kenapa bikinnya bukan di kantor Lurah?” Dan tahukah apa jawab mereka?

“Orang yang di kelurahan marah-marah dan bertampang masam kalau kami kesana meminta surat keterangan. Alasannya adalah banyak kerjaan, disuruh menunggu, sudah terlalu sering kesana dan mereka bosan, Bapak Lurah sedang tidak di tempat dan macam-macam alasan lainnya. Nanti tinggal di minta tanda tangan dan stempel saja ke Kelurahan”.

Lalu bagaimana dengan urusan transportasi masyarakat? Harus bolak-balik kah ke kantor lurah hanya untuk mendapatkan sebuah goresan pena dan cap stempel? Saya rasa itu terlalu mempersulit, yang mau mereka laporkan saja adalah kesulitan mereka, lalu kenapa harus di persulit lagi? Masih mending kalau mereka jaraknya dekat dengan kantor lurah. Kalau harus naik transportasi umum bagaimana? Wajarkah pegawai kelurahan bersikap seperti itu? Lalu apakah gunanya kantor kelurahan kalau bukan untuk mengurus masyarakat kelurahan setempat? Sudah maksimalkah pelayanan pegawai pemerintah pada rakyatnya? Kita bisa menilai sendiri dari secuil pengalaman di atas.

Namun, ada juga beberapa pihak yang nampaknya juga aji mumpung. Mumpung sedang ada bantuan, juga ikutan mengajukan proposal. Jumlahnya juga tidak tanggung-tanggung, rata-rata diatas sepuluh juta rupiah. Apakah jenis usaha mereka dan dari kalangan mana? Rata-rata adalah pedagang di kalangan menengah yang umumnya punya rumah bagus dan kendaraan pribadi. Wong mau bikin proposal aja pake mobil pribadi. Wajarkahh…??? I don’t think so.

Saya hanya mencoba berpikir netral. Salah seorang rekan saya pernah protes. “Udah kaya kek gitu napa masih ngajuin proposal sih?”

Saya hanya bisa tersenyum dan menjawab, bahwa siapapun bisa saja seperti itu dengan beberapa alasan. Karena sifat dasar manusia memang tidak pernah puas dengan keadaan mereka. Sudah kaya pengen lebih kaya lagi dan itu wajar. Dan bagaimanakah jika kesempatan itu ada di depan anda? Apakah anda tidak tergiur untuk melakukan hal yang sama?? Bisa jadi aja kan???

Inti nya hanyalah bersikap positif dan tidak men-judge orang lain atas perilaku mereka, namun pikirkan lah, bagaimana jika seandainya kita berada di pihak mereka dan pikirkan lah apa motif yang bisa muncul seandainya kita adalah mereka. Who knows….!!!

4 thoughts on “Coretan

  1. mudah-mudahan cuma sampai hari ini…. besok nggak lagiii… cuapeekk bangett…..
    :((
    ya kan kak…..
    bantuan lageee.. kita kapan ya…??:-/

  2. I thin’ its time for the Major of Padang Panjang to do some inovations and re-sctructurizations terhadap pola kinerja para aparat pemerintahannya..

    Klo soal contoh sih, ga perlu jauh² deh keknya.. cukup ambil sampling dari Kota Padang aja..

    Kota Padang sanggup bikin inovasi dalam pembagian bantuan usaha skala kecil en menengah dg menetapkan quota dana bantuan per kecamatan yang juga nantinya dibagikan lagi per kelurahannya..

    Jadi intinya.. Sang Pak Wali ga disibukkan lagi dg yang namanya proposal² bantuan. Buat warga yang butuh..cukup samperin trus ngajuin proposallnya ke Camat ato Lurah setempat.

    Sedangkan utk Main Controller-nya, setiap camat en Lurah kudu selalu memberikan laporan pencairan dana bantuan tsb dlm jangka waktu tertentu..en yg ga bole lupa… di audit (era nya KPK loh skrg :D)

    Klo ada Camat ma Lurah yang macem².. mutasi kan aja (gampang toh..ohya, ga usah dipikirin amat mba, si amat aja ga mikirinn…hehhehehe..)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s