Singgalang

Singgalang

Pesona Eksotis Hutan Lumut yang Mengagumkan

Jika ada yang ingin merasakan lembabnya hutan lumut dan dinginnya hutan tropis yang, gunung Singgalang lah tempatnya. Gunung dengan ketinggian sekitar 2877 mdpl, yang terletak di Kabupaten Agam Sumatera Barat adalah sebuah pesona yang tak boleh di sia-siakan.

Rute Perjalanan

Gunung Singgalang dapat ditempuh dari beberapa jalur. Namun, jalur yang terkenal adalah melewati desa Koto Baru dan Pandai Sikek. Dari desa Koto Baru kita akan menempuh rute ke Desa Pandai Sikek. Dari desa inilah titik tolak menuju Tower (Pemancar RCTI dan TVRI yang terletak di pinggang gunung Singgalang). Menuju Tower pemancar ini kita akan melewati jalan beraspal yang menanjak, makin dekat ke tower jalan nya semakin tidak baik dan penuh oleh kerikil-kerikil dan di samping kiri dan kanan nya terdapat ladang pertanian penduduk. Desa Pandai Sikat juga terkenal dengan ladang tebu dan tempat pembuatan saka (gula merah).

Setelah sampai di Tower pemancar kita bisa menjadikan daerah ini sebagai tempat peristirahatan (shelter) sebelum melanjutkan perjalanan menuju puncak. Dari tower, kita akan melewati hutan pimpiang sekitar 1 jam. Hutan ini terdiri dari tumbuhan pimpiang yang tinggi dan merunduk, sehingga mengharuskan pendaki untuk berjalan merunduk, dan bahkan sampai duduk dan merangkak. Akan tetapi saat sekarang, melewati hutan ini semakin mudah, karena bagian atas tumbuhan sudah dipotong jadi kita tidak perlu merunduk lagi melewatinya.

Setelah melewati pimpiang kita akan menemukan tempat yang dinamakan “Mata Air I”, di tempat ini menurun ke bawah kita akan menemukan sungai yang di ambil airnya untuk perbekalan.

Dari mata air I kita akan menempuh rute yang menanjak sampai di cadas, dengan kemiringan rata-rata sekitar 45 derajat. Makin ke puncak kita akan menemukan banyak pohon pakis yang cantik dan melewati trek yang agak lembab dan hutan yang masih lebat. Di kiri atau kanan trek kita menemukan tiang listrik dan kabel-kabel yang bisa dijadikan panduan untuk sampai ke puncak. Namun bagi beberapa orang, hal ini sangat mengganggu. Indahnya hutan di rusak dengan pemandangan tiang-tiang listrik di kiri kanan, belum lagi akan keisengan menghitung kira-kira berapa tiang lagi sebelum sampai ke puncak, ehehehe…..

Perjalanan menempuh rute sebelum cadas memakan waktu normal sekitar 5 jam tergantung cepat atau lambatnya pergerakan perjalanan kita. Dari cadas menuju puncak memakan waktu sekitar 1 jam. Cadas terdiri dari bebatuan padat berwarna kuning, yang ditumbuhi pepohonan berjenggot dan Rhododendron gunung, dan sesekali kita akan menjumpai bunga edelweis walaupun sangat jarang sekali ditemui dan memerlukan mata yang jeli untuk menemukannya. Di perjalanan nantinya kita juga akan menjumpai sebuah tugu yang dinamakan tugu Galapagos. Tugu ini di buat sebagai monumen akan hilangnya salah satu Siswa Pencinta Alam (Sispala) Galapagos SMA 1 Padang sekitar tahun 90-an. “Terbanglah kau wahai sang elang, ……” begitu bunyi awal kalimatnya.

Dari cadas ini kita bisa melihat pemandangan lepas ke arah gunung Marapi yang terletak tepat di depan. Jika beruntung, kita bisa melihat kota Padang Panjang, Bukittinggi, dan danau Singkarak dari cadas. Namun, pada siang hari, gunung Singgalang sering diselimuti kabut. Jika ingin mendapatkan pemandangan eksotis lebih baik mendirikan tenda di cadas dan menyaksikan sunrise dan pemandangan eksotis lain di pagi hari.

Setelah lewat dari cadas, kita akan memasuki kembali kawasan hutan yang lebih lembab dan pohon-pohon yang di selimuti lumut tebal. Tidak lama setelah itu kita sampai di Telaga Dewi. Telaga Dewi sering diselimuti kabut. Jika anda menggemari dunia fotografi, ketika telaga sedang cerah, lebih cepat lebih baik untuk mendapatkan fotonya, karena kabut sangat bersahabat untuk bermain-main disana.

Mengelilingi telaga Dewi ini tidak memakan waktu yang cukup lama, namun pesona yang benar-benar alami dan eksotis akan membuat kita betah untuk berlama-lama di dalam hutannya yang lembab dan basah. Di sekitar telaga ini kita menemui hutan lumut yang sangat lebat dan ada beberapa tumbuhan kantong semar.

Area camp yang terdapat di sekitar telaga dan air telaga yang bisa dipakai untuk kebutuhan membuat nyaman untuk beberapa hari di Singgalang. Suasana sejuk dan sepi merupakan sensasi tersendiri bagi orang-orang yang ingin melepas penat di alam bebas.

Banyak yang sampai di Singgalang hanya sampai di telaga Dewi saja. Namun masih ada lagi puncak Singgalang mencapai sekitar setengah sampai 1 jam lagi menunju puncak. Di puncak nya ini kita akan menemukan tower pemancar yang merupakan muara dari tiang-tiang listrik yang ditemui di sepanjang jalan.

Akses

Akses menuju Singgalang tidak lah sulit. Dari Padang naik travel / bus jurusan Bukittinggi turun di Pasar Koto Baru dengan ongkos bus Rp. 15.000,- dan travel Rp. 20.000,-. Dari Koto Baru berjalan kaki atau naik angkutan pedesaan ke Desa Pandai Sikek untuk selanjutnya melanjutkan perjalanan menuju tower.

Singgalang, Enjoy It…

13 thoughts on “Singgalang

  1. hehehhee.. ini dia nih caper buat para pendaki..
    btw.. gmn klo ntar kita coba bikin caper buat backpacker?😀

  2. foto yg bagus….^_^

    singgalan iah??

    kapan naik lagi???

    bisa ikutan donk…!?

    heheeeeeeeeeeee .. : )

    gmn kalau bulan 5 Qt bareng-bareng ke merapi..???

    rencannya kami bln 5 mw naik.
    ======================
    Fie :

    Hai, salam kenal…
    Waduh, ga bisa kek nya. Lagi sibuk, ehehehe….. Maybe next time yah😀

  3. wuy,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,kapan-kapan mw dunk ndaki bareng,,,,,
    aku ja bau ndaki merapi 2 kali,,,,,,,,,

  4. Singgalang,,… I miss u,.. udah 8 thn yg lalu sih ke Singgalang,,
    namun tetap aja asyik buat dikenang. Slm kenal…
    ====
    Fie :

    Singgalang emang tempat yang indah… aku aja kangen banget kesana, apalagi mbak yah udah 8 tahun…

  5. jadi pengen nih ke singgalang, staon yg lewat naek singgalang, ditelaga dewi ktemu anak2 mapala pagaruyung,
    yang paling demen kesinggalang sih keramah tamahan sesama pendaki, beda bget klo di marapi.
    ========
    Fie :

    Stuju kan kalo singgalang tu keren? kalo aku si, lom nemu keramahannya, bis nya brangkat pas 17 an mulu… brisik abiss…😀

  6. coba aja deh naek pas bulan juni, ane dlu perdana bulan juni, yang paling bikin ane wahh.. pas di semak (pimpiang yah namanya) setelah tower, ane nyari jalan setapak rada2 susah(maklum ane pginya ama anak perdana smua), kpaksa deh ngluarin golok terabas buat nyari jlan, instim.. bner2 alami. ane setujuh dah singgalang emg woke😀
    ====
    Fie :

    Pengennya si naik skitar juni besok.. tapi kehalang sama piala dunia, mending undur aja…😀

  7. ah..prasaan klo mo mendaki kmn aja asal ketemu ma pendaki sumbar, penyakit nya sama dah!!

    sumbar cm menang di alamnya tp sikap pendakinya jgn ditanya deh … pada songong dan sok …!!!

    lucunya mereka jarang yg punya prangkat pribadi tuch, katanya sih suka minjem sana sini dl klo dah mo ndaki … HAHAHAHAHA

    konyolllll …😀
    ======
    Fie :

    Saya sendiri sebagai anak Sumbar merasa malu dengan kondisi seperti ini. Saya juga akui kalo rata2 pendaki sumbar tu emang banyak omong besar sih, sombong dan belagu.. soal perangkat juga bener, hehehe… tapi alhamdulillah saya pribadi ga ada minjam2 perangkat.. tapi klo soal omong besar dan sok, alhamdulillah saya bukan pendaki, hanya penikmat alam aja..😀

  8. yiiihaaa..pingin mendaki singalang habis lebaran taun ini….,pingin nikmatin alamnya yg masi sangat exotis…
    thanks infonya bagus..,keren..

    bwt UNDERBON: kecil x jiwa qo masi bone…,,orang lapangan kok kayak gitu ngomongnya..itu para pendaki yang qo sebuttu hanya sebagian kecil aj,sbagian keciltu yang merusak nma banyak orang,qo bilang pendaki SUMBAR qo sama aja men judge semua pendaki sumbar…parahlu anak rumahan x lah
    ====
    Fie :

    Sebenarnya si, kebanyakan yang saya ketemu tabiat mrka kek gitu… tapi banyak juga kok yang baek2 dan menyenangkan… Memang, klo men judge secara keseluruhan itu ga boleh, jadinya gara2 nila setitik, jadi rusak susu sebelanga😀.. salam kenal yah

  9. ikuuutttt
    masih nanjak lagi kan………..?
    boleh ikut gak………??
    ini di gunung mana…………??
    ===
    Fie :

    Singgalang Sumbar mba’🙂

  10. wiehh..
    aku rindu nih ke singgalang lagi bareng” ama anak sispala RINJANI..
    hello geng..
    kerasa banget sensai gimana nanjaknya,ngeliat hutan lumut yang gilaaaa,indah banget.
    apalagi nginget waktu itu nyampe di cadas malam,paginya lansung deh..taraaaaa ada suprise cadasnya..
    wieeeeeehhhh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s