Pariwisata

KONDISI PARIWISATA INDONESIA

Pagi ini nguber-nguber milis, dan tampak lah sebuah topik yang membuat saya tertarik. Isinya tentang kondisi pariwisata Indonesia yang bisa di bilang memprihatinkan. Cukup banyak reply post yang membuat saya tertarik dan menguatkan bukti kalo kondisi pariwisata kita di negeri ini jauh bahkan sangat jauh kualitas nya dari negara lain.

Secara material, pariwisata Indonesia didukung oleh kondisi alam yang indah serta budaya yang luhur. Namun sayangnya, kondisi tersebut tidak didukung oleh sarana dan prasarana pariwisata yang kondusif. Hampir semua sarana dan prasarana pariwisata tidaklah memadai, terutama di tempat wisata. Memang untuk tempat menginap banyak dijumpai hotel-hotel berbintang lima dengan fasilitas yang mewah.

Namun cobalah kita melihat ke daerah wisatanya. Terkadang banyak pedagang asongan berdagang di daerah wisata dengan tidak tertib. Pagi masyarakat domestik mungkin sudah di anggap biasa. Namun bagaimana pandangan turis atau wisatawan mancanegara? Belum lagi masalah sampah yang dibuang sembarangan. Saya sudah sering menemukan dimana daerah wisata dengan sampah bertebaran. Walaupun sudah dikumpulkan, namun tempat pembuangan sampahnya tidak tepat dan tetap menyengat hidung bagi yang lewat di sekitar sana. Bagaimana tindakan pemerintah dalam menyikapi hal ini? Kondisi ini yang membuat kita miris. Buat orang yang tidak suka dengan berwisata, ini tidak perlu di pusingkan. Namun bagi yang suka travelling dan bahkan backpacker, kondisi ini sangat mengganggu.

“Mungkin sudah menjadi cerita klasik ya kalo Pariwisata kita nggak ditanggapi serius sama pemerintah. Jadi gimana dong ?.. kita hanya bisa nunggu sampai ada presiden yang suka pariwisata ?.. saya bandingkan dengan negara tetangga, mereka kayaknya udah serius banget menggali potensi wisata nya, padahal kalau mau dibandingkan negeri kita jauh lebih bagus dan lebih variatif, betul kata sebuah buku/blog tentang traveller, di negara lain hal kecilpun bisa dimaksimalkan seperti Pohon Pisang yang bisa membuat turis berdecak kagum..”

“Katanya turis Indonesia yang ke luar negeri terkenal mewah, suka belanja, dan selalu bawa uang banyak..(katanya lho), coba turis tersebut milih untuk berwisata di negeri kita. Kadang saya juga suka heran, kenapa masyarakat kita sendiri begitu tergila-gila sama yang namanya “luar negeri”..”eh, kamu udah ke Amrik belum ?”.. gila keren amat.. padahal kalo saya pribadi lebih seneng ngomong “Gile.. kamu udah pernah ke Papua ?.. hebaat..”, dari hal diatas mungkin kita bisa bertanya pada diri kita sendiri, cinta nggak kita sama negeri sendiri ?, coba tanya pada diri sendiri, anggap kalo kita punya uang yang cukup untuk berlibur, pilih ke mana ?, ke Bali/Lombok atau ke SG atau Thailand ?” Kata salah satu miliser.

Dan dari salah satu komentar miliser adalah bahwa pesona alam di luar negeri tidak lah begitu bagus. Dan jika dibandingkan dengan kondisi alam, masih kalah jauh negeri lain. Pesona alam yang alami, akan membuat turis berdecak kagum. Namun bagi yang suka dengan wisata glamour, akan lebih baik jika pergi ke Singapore, Amrik dan negara-negara lain yang menyediakan berbagai kemewahan.

Kenapa program Visit Indonesia lebih sering dipromosikan di luar negeri atau media luar negeri?.. Penduduk kita ini kalo gak salah merupakan 10 terbesar didunia, kalo setiap penduduk lebih memilih untuk berlibur di negeri sendiri, saya yakin program tersebut gak perlu lagi..kenapa nggak dibikin “Visit Our Own Country” aja. Kapan kita akan mulai mencintai negeri kita sendiri? Dengan segudang pesona yang masih terselubung dan bisa di eksplorasi jika kita memang berniat untuk mengembangkan potensi kita.

Dan yang membuat jengkel adalah beberapa potensi wisata di Indonesia telah dikelola bahkan di miliki oleh pihak asing. Saya teringat akan cerita guru saya tentang kawasan Bali apalagi Nusa Dua yang merupakan kawasan elit. Bagaimana jika tidak sakit hati jika menginjakkan kaki di tanah air sendiri kita harus di pelototi untuk masuk ke salah satu pertokoan mereka, seolah-olah kita tidak pantas untuk menginjakkan kaki disana.

Sungguh miris mendengar cerita dari cerita turis di Indonesia yang bahkan tidak kenal dengan Indonesia, tetapi hanya mengenal Bali yang nyata-nyata adalah wilayah sah negeri ini.

Belum lagi dengan cap jelek yang diberikan kepada Indonesia sebagai negara teroris setelah insiden bom bali, hotel JW Marriot dan beberapa aksi terorisme di Indonesia yang membuat wisatawan untuk bergidik datang ke Indonesia, menampakkan tentang kondisi keamanan di Indonesia.

Masihkah pemerintah belum berminat untuk membereskan dan mengeksplorasi potensi wisata Indonesia? Mungkin dari kita lah potensi ini mulai di gali dari bawah. Dengan mempromosikan potensi daerah kita kepada teman-teman di luar daerah bahkan luar negeri. It’s gonna be nice, is that right? Semoga saja….

7 thoughts on “Pariwisata

  1. wah fie.. artikel yang bagus.
    kalau diperhatikan, faktor penting maju tidaknya pariwisata suatu daerah (baca:negara) adalah kemampuan mengelola oleh pemda (baca:negara) dan pola pikir masyarakat sekitar.

    contohnya, pernah baca di internet, danau terindah di dunia rupanya ada di papua, asosiasi perdanauan dunia (lupa namanya) udah pada berkunjung kesana. ternyata disana belum terkelola karena pemda ga mau tau dan seandainya pemda disana berpikiran maju juga mau ngapain soalnya miskin ga punya dana banyak, dan lagi masyarakatnya pun ga ambil pusing dengan potensi yang ada. pihak swasta sekitar juga belum ada yg ngurus. Dan yang bikin miris hati, kita yang di indonesia sendiri juga gak nyadar kalau punya danau terkeren sejagad karena jalur informasi kita ga up to date.

    Kek nya tiangnya ada di pemerintah deh, soalnya mereka yg punya kuasa dan punya dana.

    Semoga pemerintah kita lebih memperhatikan potensi wisata di indonesia, soalnya cuma itu yang kita punya.

  2. Hon..
    ngomong² soal wisata, rencana kita buat expedisi itu kudu dimatengin dulu..coz i want to make it as your special day and i dont want anyone disturbing us :-s
    Btw, salam kenal buat mr. Ahmad🙂

  3. #Vagabond..
    Otre deh boss…. Kita liat waktunya ntar yakss… Wanna have x-pedition with u again, peace….😉

  4. mas, knpa knpa promosinya selalu keluar negeri dgn visit indonesia year,bukannya promosi ddlm negeri dgn visit our country?itu tujuannya untuk memperkenalkan negara kita ke dunia luar. kita tdk bs menutup diri begitu saja dengan dunia luar. trus utk promosi dlm negri apa yakin penduduk indonesia akan banyak yang berkunjung?jgn cm melihat segelintir org saja. penduduk indonesia rata2 dbwh garis kemiskinan. makanya fokus promosi pariwisata itu keluar negeri, sehingga rakyat dlm negri memperoleh penghasilan dr pariwisata trsbt. mengenai pembangunan pariwisata oleh pemerintah itu terbentur budaya masyarakat stmpt. apa siap ato tdk menerima org asing dg ke daerahnya. itu merupakan fktr utma menyukseskan pembangunan pariwisata. kesiapan masyrkt spt cntohnya kesiapan anda menerima org yg tdk dkenal bertamu krmh anda, tamu anda itu beda banget budaya/prilakunya dgn lingkngan tmpt tgl anda, apa anda menrima atau tdk. itu bru cntoh kcil. negara kita kan brbagai suku dan agama jd kita tdk bs menebak apa org ini/itu sdh siap mnerima prbhn trsbt. trims

  5. kayaknya alinea ke tujuh itu perlu diperbaiki. tentang Visit Indonesia Year. namanya juga udah Visit, yang artinya datang, dan secara menyeluruh berarti tahun kedatangan indonesia. berarti kalau datang itu asalnya dari luar. makanya visit indonesia itu lebih dipromosiin ke luar negeri. lagian program ini kan salah satu tujuannya untuk memperkenalkan indonesia secara lebih dan merata ke luar negeri. sehingga masyarakat asing gak hanya mengenal indonesia itu sebagai Bali saja, melainkan keberagaman yang ada di indonesia. seperti beribu pulaunya, aneka ragam budaya serta kulinernya (pokoknya banyaklah indonesia itu). selain itu juga Visit Indonesia Year bertujuan untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan asing ke indonesia, makanya harus di promosiin ke luar. karena apabila jumlah kunjungan wisatawan asing meningkat maka sangat berpengaruh pada jumlah devisa yang diterima indonesia, secara langsung juga membantu perekonomian masyarakat setempat. jadi kalau visit indonesia itu dipromosiin jadi seperti visit our own country hanya untuk diri sendiri buat apa? hal itu tidak akan menjadi sesuatu yang berkembang. toh kita mempromosikan ATAU memperkenalkan BUKAN menjual. yang penting kita mencintai negara kita sendiri, melindungi, dan menjaganya. itu sudah..!!!:D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s