Backpacker

Backpacker

a-backpacker

Seringkali ketika jalan-jalan ke tempat wisata yang ada di luar kota (karena di Padang Panjang ga ada tempat wisata menarik) seperti di Bukittinggi, sering saya melihat backpacker bule dan ga jarang juga yang berwajah chinese seliweran disana. Kebanyakan dari ciri khas backpacker adalah menyandang daypack baik besar (sering juga carrier) maupun kecil, menenteng kamera (digital most) baik itu yang gede tipe SLR ataupun pocket digicam, dan memakai celana style gunung sampai lutut atau bawah lutut sedikit, yang jelas bukan celana panjang. Hmm…. memang bukan semua backpacker memiliki style seperti itu sih, namun kebanyakan atau the most looks nya ya kek gitu.🙂

Backpacker kebanyakan adalah yang suka berjalan kaki tanpa kendaraan menuju suatu tempat. Hal ini dikarenakan oleh hoby mereka ingin merasakan semacam pengalaman di daerah baru. Bisa melihat banyak hal dengan santai dan tidak terburu-buru. Menurut saya pribadi, backpacker adalah orang yang melakukan perjalanan jauh dari kota ke kota bahkan antar negara dengan biaya yang di press se irit mungkin, karena menurut saya, backpacker bukanlah perjalanan mewah. Alat transportasi mereka adalah pesawat, kapal laut, bus, ato angkot sperti di negara kita. Namun untuk perjalanan antar kota yang dekat, kebanyakan dari mereka adalah jalan kaki ato naik bus-bus antar kota.

Bagi mereka, tidak masalah naik bus yang sumpek, atau tidur dimana pun ketika anggaran mereka tidak mencukupi untuk menyewa hotel atau sejenisnya karena biasanya budget mereka terbatas. Cukup dengan modal sleeping bag di daypack, mereka bisa tidur. Isi ransel merekapun kebanyakan hanya barang-barang penting dan diperlukan. Sementara untuk para backpacker modern, lebih suka dengan dandanan sederhana namun mereka membawa alat GPRS atau GPS untuk menentukan arah.

Asal kata backpacker sendiri, menurut mas google adalah derivat kata backpack. Akar katanya back dan pack. Back, yang di-Indonesia-kan ‘belakang’, berasal dari kata Inggris kuno baec. Consice Oxford Dictionary menyebut baec datang dari bahasa Jerman. Pack juga pinjaman bahasa Jerman; kata bendanya pak, kata kerjanya pakken. Penutur bahasa Jawa punya kata ‘pak’ (misal: sepuluh pak [sepuluh bungkus] ‘Jarum Filter’) dan bahasa Indonesia memiliki kata ‘paket’ (dari package) yang kira-kira semakna, buat saya diartikan sebagai tas punggung, ehehehe 😀

Wahh.. pengen jadi backpacker juga neh… Kemaren sempat nyoba sesekali sih, enak juga, dikirain orang jauh dengan menyandang daypack dan pake topi lapangan. Ahahha…. padahal backpacker lokal, dadakan lagi 😀

5 thoughts on “Backpacker

  1. masing2 orang punya cara tersendiri menikmati hidup. Saya bukan backpacker, tapi gamer he he he (dasar pemalas)

  2. Do you know why i like the backpacker?
    Coz they are the challenger, wanderer and have a lot of experience especially in human relationship. So, when we’ll take a new destination,Lady?🙂

  3. Kapan2 boleh lah ak backpackingan ke padang…ak ingin liat keindahan padang…tp taun baru ini ak lg ada di Jawa Barat untuk backpacking keliling cari keindahan…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s