Black Dog

big-black-dog

Kemaren sore, lagi enak-enak jalan di sekitar lapangan kantin, saya lihat segerombolan anjing berjumlah sekitar 4 ekor. 3 ekor warna hitam dan satu lagi warna krem yang rada dekil. Nah, salah satu anjing yang warna hitam ini, jalannya kek lumpuh kedua belah kaki dibelakangnya. Dia berjalan dengan lemah dan pantatnya ikut menggelongsor ke tanah akibat kakinya belakang lumpuh. Lama banget saya melihat kejadian seperti itu. Si hitam dengan susah payah memutar-mutar di sekitar teman-temannya. Dan saya langsung bilang “kasihan ya bro, lumpuh kakinya” pada si Bro saya disamping. Dia bilang, “Perasaan tadi tu anjing ga apa-apa deh,”

“Ah, masa? Tuh barusan jalannya susah gitu” saya berkata pelan sambil terus menatap si anjing.

Karena hari udah keburu senja, kami berjalan terus arah kebawah. Dan terakhir kali saya menoleh ke belakang melihat si hitam, dia sudah berjalan dengan normal lagi sambil berlari-lari kecil di sekitar teman-temannya. “Waduh sialan, gw dikerjain” saya berkata setengah teriak dengan wajah memerah. Sementara Bro yang di sebelah tertawa ngakak sejadi-jadinya tanpa peduli muka saya yang memerah. Buset, gw dikerjain sama si hitam. “Whaaa…. honey nya di kerjain, ahahahhaha…..”

Lalu kami pun berlalu, dengan wajah saya masih menahan malu akibat dikerjain sama makhluk berkaki empat itu. Alih-alih kasihan, gw malah dikerjain. Whaaaaaaaaaa…….. 😦

2 thoughts on “Black Dog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s