Rafting

Sekilas Tentang Arung Jeram

rafting

Dari seorang teman di Jakarta yang pernah main-main ke Padang beberapa bulan yang lalu, saya mendapat cerita bahwa olahraga Arung Jeram itu menyenangkan. Selain masuk dalam kategori olahraga, juga termasuk kategori adventure (petualangan) air yang dapat meningkatkan adrenalin. Katanya juga, sekali mencoba pasti ketagihan. Nah, bagaimana dengan orang yang ga punya nyali seperti saya? Ga ada punya skill dalam hal renang dan main-main air lainnya. Belum lagi soal peralatannya yang katanya mahal. Dia juga bilang, ntar kalo saya ke Jakarta, saya bisa coba gratis olahraga ini karena dia punya teman-teman yang mengelola peralatan olahraga buat Arung Jeram . Bukan cuman itu, dia juga bisa ngajari saya buat latihan panjat tebing, apa itu teknik ascending dan descending. Wuihhh.. mentang-mentang pemanjat. Nah, iya kalo ke Jakarta. Kalo engga? Hayooo…

Kalo di Sumbar, mencari arena untuk melakukan Arung Jeram juga susah. Karena jarang-jarang ada sungai yang agak besar dengan arus menantang. Belum lagi masalah penyewaan perlengkapan (kalo beli tentu mahal) yang juga bisa dihitung dengan jari, dan itu pun di daerah-daerah yang ada sungainya (setau saya sih) . Untuk daerah Sumbar, lokasi Arung Jeram yang terkenal adalah yang berada di wilayah Sungai Kuantan Kabupaten Sijunjung (pernah main-main kesungai ini sekali😀 ) . Belum lagi olahraga yang satu ini juga mengandung resiko dan sering disebut sebagai olahraga maut. Jika tidak punya skill yang memadai, mendingan ga usah dulu ber Arung Jeram di sungai yang memiliki tingkat kesulitan yang tinggi.

Pernah liat orang arum jeram kan? Arung Jeram juga merupakan uji keberanian diri menghadapi tantangan. Dan karena Arung Jeram, untuk jenis-jenis tertentu merupakan olah raga beregu, maka dengan segenap unsurnya Arung Jeram dianggap puncak dari olah raga beregu. Ketika menghadapi jeram-jeram mereka biasanya akan berteriak, ini juga melepaskan ketegangan-ketegangan dalam jiwa, dan merupakan obat yang ampuh bagi berbagai stress.

Sejarah

Kegiatan Arung Jeram sebenarnya telah ada sejak dahulu. Masyarakat tradisional di Kalimantan dengan kondisi alamnya yang menantang, dengan sungai-sungainya yang lebar dan sebagian berjeram, telah menjadikan kegiatan Arung Jeram sebagai bagian hidup keseharian (jadi ingat film Anaconda yang berlatar di Kalimantan) . Dan di peradaban (yang katanya telah lebih) moderen, kegiatan Arung Jeram telah berubah menjadi kegiatan rekreasi dan olah raga petualangan.

Di negeri Paman Sam, kegiatan Arung Jeram sebagai olah raga dipelopori oleh Mayor John Wisley, seorang ilmuwan yang memimpin sebuah ekspedisi di sepanjang Sungai Colorado, pada tahun 1860-an. Perahu yang digunakannya terbuat dari kayu. Di akhir abad XIX, seorang ilmuwan bangsa Belanda memimpin ekspedisi menyusuri sungai Kapuas dan Mahakam di Kalimantan yang juga berjeram, dengan menggunakan perahu suku Dayak yang terbuat dari Kayu. Perjalanan ini menempuh waktu hampir satu tahun. Ketika Tahun 1994 rute perjalanan ini ditapaktilasi kembali, dengan perahu boat bermotor, diperlukan waktu 44 hari untuk mengarungi jalur ini.

Diantara olah raga petualangan seperti Mendaki Gunung (Mountaneering) , Panjat Tebing (Rock Climbing) , dan juga Penyelusuran Gua (Caving) , Arung Jeram secara rata-rata dianggap lebih menantang, beresiko dan berbahaya. Hal ini karena Arung Jeram harus menghadapi rintangan alam yang nyata, dan kadang tidak dapat diduga dan datangnya tiba-tiba. Tetapi seorang penulis petualangan kenamaan, William Mc. Ginnes, menyatakan bahwa sebenarnya Arung Jeram tak lebih beresiko dibanding mengemudi di jalan raya. Walu begitu, pengarungan sungai haruslah disesuaikan dengan kemampuan, ketrampilan dan keadaan alam. Karenanya dalam ber-Arung Jeram keselamatan haruslah tetap menjadi pertimbangan utama.

Kategori sungai dalam Arung Jeram ini juga memiliki kelas-kelas tertentu yang diukur dari tingkat kesulitannya. Mulai dari Kelas I (termudah) sampai Kelas VI (tak boleh diarungi) . Seperti juga olah raga petualangan lainya Arung Jeram juga memiliki 2 macam bahaya utama ; bahaya dari diri sendiri, termasuk persiapan dan perlengkapan (Subjective Danger) dan bahaya dari alam (Objective Danger) . Untuk Arung Jeram , bahaya dari alam terutama adalah sifat dari sungai itu sendiri. Demikian juga perlengkapan, kalau tidak tepat dan kurang lengkap akan menimbulkan bahaya yang nyata (kecelakaan) . Adapun untuk menghindari bahaya dari diri sendiri, seseorang harus berlatih, berlatih dan belajar, baik ketrampilan maupun ilmu-ilmu pendukungnya.

Federasi Arung Jeram Indonesia

Untuk daerah Indonesia, telah berdiri Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) yang bertujuan untuk mengembangkan potensi dan prestasi Arung Jeram di Indonesia. Dalam program-programnya, FAJI akan membuat pelatihan-pelatihan berjenjang, kejuaraan-kejuaraan dan invitasi, menetapkan norma keselamatan (safety codes), standarisasi peralatan dan teknik,  serta upaya-upaya lainnya untuk memasyarakatkan olah raga Arung Jeram. Selain berwawasan olah raga dan petualangan, FAJI juga berwawasan dan memiliki program-program lingkungan, terutama berfokus pada masalah sungai.

Wah, pengen nyoba juga neh olahraga yang satu ini. Keknya lebih menantang kali ya? Nah, siapkah anda untuk ber Arung Jeram? Let’s try…!! 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s