Rumah Kita

I’ll be Back Home…

rumah

Dulu, waktu masih jadul, waktu saya masih berumur sekitar 14 tahun, saya pernah mengikuti sebuah kursus bahasa Inggris yang benar-benar mengasyikkan. Sampai suatu hari, instruktur kursus saya menyebutkan bahwa ada perbedaan antara dua kata yang memiliki arti yang sama. Dalam hal ini ia memberikan percontohan kata “home” dan “house”. Apakah perbedaan yang klasik antara kata “home” dengan “house”. Padahal kedua kata tersebut memiliki arti yang sama, yaitu rumah. Di negeri barat sana dan di negeri belahan dunia yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa induk mereka, setiap orang akan merasakan perbedaan antara kedua kata tersebut. Kata house lebih berarti ke arah rumah yang sebenarnya, dalam arti benar-benar rumah seperti yang kita lihat di pinggir jalan, di kota, di desa dan dimanapun setiap orang tinggal. Tempat sekedar untuk berteduh dan berlindung dari panas dan hujan. Itulah yang disebut dengan rumah (house).

Nah, bagaimana dengan home? Home dalam artian disini adalah sebuah rumah yang memiliki kehangatan cinta keluarga dan rumah tempat pulang ketika kita siap melakukan perjalanan atau rutinitas sehari-hari. Tempat kita beristirahat, makan dan tempat kita berlindung. Tidak lazim bagi mereka menyebutnya “I’ll be at house soon” namun mereka menggunakan “I’ll be at home soon”. Sedangkan kata house lebih sering digunakan kira-kira seperti ini : “I know that house, that is my uncle’s property”.
Walaupun dua buah kata memiliki arti yang sama, namun memiliki arti dan konteks yang berbeda. Tidak jarang bagi mereka yang tidak lagi menemukan kehangatan dan merasa tidak betah disebuah rumah menyebut rumah mereka dengan sebutan “house” bukan lagi “home” karena mereka tidak lagi menemukan arti “home” yang sebenarnya.

Seberapa pentingkah arti sebuah “home” bagi anda? Pepatah bilang, sejauh-jauh mana elang terbang akan tetap pulang ke sarangnya. Begitu juga lah kita. Setiap habis melakukan kegiatan sehari-hari, melakukan perjalanan panjang, kita akan tetap merindukan suasana rumah kita. Walaupun rumah disini adalah rumah yang sederhana, terletak ditempat yang di luar keramaian atau daerah terpencil, rumah yang hanya memiliki sedikit peralatan dan kesenangan duniawi lainnya, bagaimanapun bentuknya, namun kita tetap merindukan untuk kembali pulang. Seperti lagunya God Bless yang pernah di revisi ulang oleh Indonesian Voice beberapa waktu yang lalu yang berjudul “Rumah Kita”. Pernah dengar istilah “no place like home” kan? Kira-kira seperti itulah perumpamaan bahwa rumah buat kita adalah tempat kembali yang paling diinginkan. So, let’s love our home.. 🙂

One thought on “Rumah Kita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s