Please, Come Back…

Apa yang dapat ku lakukan? Ketika kau pergi dengan panas memuncak di kepalamu. Apa yang dapat ku lakukan, ketika ku pegang tanganmu, kau kibaskan dengan kasar tanpa mau menjawab tanya ku. Lalu ketika kau ku kejar, engkau lebih suka bergelut ditemani kesendirianmu. Apakah memang sendiri itu lebih baik? Sungguh, aku tak tahu, kekasih…

Tahukah kau, disini aku gelisah menunggu mu kembali. Ada sesak di dadaku, menunggu jatuhnya butir-butir panas dari dua mataku. Menunggu kau kembali, agar dapat aku berkata atau mendengar kau berkata “i’m sorry, i love you”. Ahhh….. what should i do?