Pacet, ohh Pacet..

Cara Menghindari Pacet di Gunung

hutan dan pacet

Mendaki gunung atau berkeliaran adventure dalam hutan, apalagi pas musim hujan, tentu saja banyak makhluk-makhluk melata yang berkeliaran. Nah, salah satu nya yang bikin para cewek menjerit histeris adalah pacet. Kadang-kadang juga ada lintah, namun pacet adalah trauma utama para cewek di alam bebas (bener ga sih, women only?) 😀

Lintah atau Pacet adalah sejenis cacing yang banyak terdapat di hutan hujan tropis, tempat yang lembab, sungai, danau dan laut. Tempat-tempat camping yang dekat dengan sungai dan air terjun, jalur pendakian yang lembab seringkali terdapat pacet. Pacet memiliki alat penghisap berbentuk bulat di kedua tubuhnya, ditengah-tengah alat penghisap bagian depan terdapat mulut dan juga memiliki gigi.

Kebanyakan pacet hidup sebagai parasit dengan cara menghisap darah atau jaringan tubuh binatang lainnya untuk memperoleh makanannya. Ada juga yang hidup dengan makan sisa-sisa binatang dan tumbuhan.

Pacet menyerang korbannya dengan menggunakan alat penghisap bagian depan, melukai dan menghisap darahnya. Pacet penghisap darah menghasilkan suatu cairan yang mampu mencegah terjadinya penggumpalan dan pengeringan darah sehingga mempermudah penghisapan.

Tubuh pacet terdiri dari beberapa bagian-bagian seperti cincin dengan panjang tubuh 2 hingga 20 cm dan dapat mengerut maupun mengembangkan tubuhnya, dengan tubuh berwarna hitam, merah atau coklat, kadang bergaris atau berbintik. Pacet memiliki bagian tubuh yang peka cahaya, sentuhan, suhu dan cuaca. Pacet memiliki alat kelamin jantan dan betina.

Bagaimana cara untuk menghindari pacet ini? Ga mau jadi donor darah donk? 😀 Ada beberapa trik ampuh yang digunakan oleh para pendaki. Salah satunya yang pernah saya coba pada pendakian tahun 2005 adalah dengan mengoleskan air remasan tembakau pada daerah-daerah rawan pacet yaitunya kaki. Temen saya bilang, dengan mencium bau tembakau saja udah bikin pacet keleyengan (bahasa baku nya pusing). 😀

Namun cara diatas hanyalah salah satu cara saja. Tips lainnya yaitu dengan penggunaan autan cair semprot dan lotion nyamuk oles yang dijamin pacetnya langsung tewas di tempat, hehehehe 😀 Ada juga yaitu dengan memasang geiter, selain kaki tertutup dari kotor dan kemungkinan masuk pasir, juga bisa menghindari pacet. Namun cara ini tidak sepenuhnya aman, karena bagaimana pun pacet selalu bisa mencari celah-celah untuk menghisap darah kita. Sebaiknya geiter juga dipasangkan dengan kaos kaki panjang. Tapi kalo jalannya siang-siang, pasti panas donk ya? Saya pribadi lebih suka menggunakan sandal saja untuk perjalanan siang, dan malamnya baru memakai sepatu.

Untuk melepaskan pacet yang udah keburu nempel di kulit kita, bisa digunakan air garam karena biasanya pacet tuh nempelnya kuat di kulit dan liat. Biasanya sih kalo udah nempel gitu, saya nyari kertas koran buat menghentikan darahnya dan dibiarkan sampai kering. Kenapa kertas koran? Karena kertas koran lebih cepat menyerap air dibandingkan dengan jenis kertas lain. Contohnya saja, kita cenderung memakai kertas koran untuk membersihkan kaca rumah, bukan?

Semoga bermanfaat 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s