Gaya Hidup

Gaya Hidup Itu Mahal

ponsel

Barusan baca thread di kaskus yang menyatakan bahwa “Hidup itu murah, gaya hidup itu mahal”. Kalo di pikir-pikir memang benar juga sih. Untuk makan saja, orang dengan gaya hidup yang tinggi bisa menghabiskan puluhan ribu bahkan ratusan ribu untuk sekedar isi perut di kala makan siang. Nah, buat yang gaya hidupnya rendah yang penting kan perut kenyang, makanan bergizi. Tul ga sih?

Belum lagi dengan sarana komunikasi. Ponsel dengan berbagai fasilitas tentu saja mahal. Bisa untuk 3G, kamera, GPS Wi-Fi tentu saja mahal dan yang memilikinya juga orang-orang dengan fasilitas dan gaya hidup tinggi. Namun bagi kalangan bawah dan kalangan hidup biasa-biasa saja, fungsi utama dari ponsel adalah untuk telpon dan SMS.

Begitu juga dengan pakaian. Pakaian yang biasa-biasa saja dan layak pakai tentu harganya murah. Namun yang bermerek dan di desain oleh desainer terkenal, walaupun bentuknya terkadang hancur tetap saja harganya jutaan rupiah.

Nah, bukankan berarti bahwa gaya hidup itu yang membuat segala sesuatunya jadi mahal untuk pribadi kita? Gaya hidup juga yang menjadikan kita berpikir tentang gengsi, bahwa gaya hidup dan gengsi akan mempengaruhi daya beli seseorang. Ah, beda-beda tipis lah…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s