Mountain Photographer

Gunung dan Fotografi Sama Pentingnya

mountain-photographer2

Buat teman-teman yang suka dengan kehidupan gunung dan rimba raya, setuju ga sih kalo kegiatan alam bebas identik dengan narsis dan fotografi? Kalo buat gw sih, identik banget. Soalnya kalo ada kegiatan kek gitu contohnya naik gunung, ga lengkap kalo ga bawa kamera dan mengabadikan moment yang ada. Kenapa? Karena buat gw naik gunung itu susah, mulai dari nentuin waktunya yang bisa fair dengan teman-teman, juga perjalanannya yang ga bisa ditempuh kapanpun kita mau karena seringkali terhalang dengan kegiatan sehari-hari yang padat (sok sibuk :D). Oleh sebab itu makanya mengabadikan momen di gunung itu rasanya perlu banget.

Apa aja yang di potret? Banyak banget lah pokoknya. Mulai dari jalur pendakian, foto-foto alamnya, foto-foto puncak, cadas, foto pemandangan sekitar, foto tumbuhan dan kalo sesekali ketemu binatang gunung yang rada aneh, pasti wajib masuk kamera, eheheh… Lagi yang penting adalah foto kita pribadi dan bareng-bareng sama kru pendakian. Nah, trus juga yang paling penting buat gw adalah foto edelweis, ehehe.. meskipun ga tiap naik gunung ketemu dengan edelweis (esp singgalang yang susah nyarinya karena ga tau lokasi :(), tapi kalo ketemu sama tumbuhan istimewa ini sering kali motret dari berbagai sisi. Buat gw pribadi sih, kalo muncak ga nemu edelweis ga seru rasanya, paling engga cuman buat ciumin harumnya, meskipun tangan ini selalui gatal buat metik. Padahal buat penikmat alam ada pantangannya buat ngambil edelweis karena adalah makhluk langka, tapi tetep aja seringnya tinggal teori doank. Kalo lihat pendaki-pendaki lain ngambil edelweis, kita sering misuh-misuh ga jelas karena beranggapan mereka melanggar kode etik anak alam, namun ketika udah berhadapan dengan tumbuhan langka itu, kalo ga metik rasanya ga fair. Hohohoho….😳

Kembali ke fotografi, gunung memang menyajikan pemandangan eksotis yang ga tiap orang bisa mendapatkannya, dan kalo pengen mendapatkannya pun kudu banyak perjuangan juga. Mulai dari waktu, duit (so pasti), tenaga dan stamina. Kebayang ga sih, buat mendapatkan pemandangan yang mempesona dari puncak sana memerlukan pengorbanan yang ga sedikit, dan cape yang ga ketulungan, apalagi yang naik gunung ga pake pemanasan, pas turun gunung trus tidur, besoknya ga sanggup berdiri lagi karena kaki dan pahanya kaku. Maka untuk itulah, pengabadian moment lewat fotografi terasa sangat penting. Ada yang bela-belain bangun subuh-subuh dengan kondisi udara dingin yang menggigit, namun tetap berjuang merangkak keluar tenda dan menuju puncak buat dapetin sunrise dan motret buat kenang-kenangan (hayooo ngakuu… :mrgreen:). Bahkan bagi sebagian orang, mendaki gunung dan memotret itu sama pentingnya lho. Susah untuk memisahkan dua kegiatan ini, bahkan kita sering diabaikan jika ngomong pernah ndaki gunung A, tapi bukti dokumentasinya ga ada. Menurut gw, fotografi adalah hal yang vital dalam hal pendakian, tul ga? Bahkan ada yang bilang, “Biarkan foto yang berbicara”, dari melihat foto aja orang-orang dah bisa menebak bagaimana perjalanan kita, apa yang kita rasain dan keindahan alamnya lewat foto.

So, apakah menurut kalian gunung = fotografi juga?😉

12 thoughts on “Mountain Photographer

  1. SETUJU!!!🙂

    kalo gak difoto tar gak ada kenangannya🙂
    ===============================
    Fie :

    Lebih ke status dokumentasinya ya, ntar buat diliatin ke anak cucu.. ihihihih😀

  2. Every exploration & adventure has the memories..🙂
    so..mengabadikan momen2 penting tsb tentunya memiliki nilai trsendiri donk..ya ga?😉
    Cklakk..Cklikk..Cheezzz….😀
    ======================
    Fie :

    Iya neh, si bro yang atu ini kemana-mana nenteng kamera, kucing lagi jalan aja di potret, xixixixix😆

  3. hmmmm wak pobia samo ketinggian😀 jadi ndak bisa komen doh heheh
    ===================================================
    Fie :

    Coba aja kapan-kapan naik bang, buat ngelatih ilangin phobia, paling tidak😆

  4. wah aku setujuh.
    makanya nyesel dulu pas pernah sekali naik gunung kenapa ga puas2in sekalian jadi potograper😀
    =========================================
    Fie :

    eheheheh…. napa ga coba aja lagi naek nya, easy?😀

  5. membuat foto dalam perjalan sama hal-nya dengan membuat cerita tentang perjalanan itu sendiri

    Nice Share😀
    =======================
    Fie :

    Salam kenal, makasih dah mampir😀

  6. aku suka gunung
    aku suka foto gunung
    tapi gak punya kamera
    =================
    Fie :

    Sabar… mudah-mudahan ntar dikasih rezeki ama yang diatas buat kameranya🙂 Salam kenal :d

  7. Kalo naik gunung kan cape’, jadi ngga lengkap jika tdk diabadikan. Jadi, kayak pahlawan gitu deh, kalo dah nyampe di atas.
    Nah, kalo ndak dipotret, mana orang lain tau.
    Hehehe.:mrgreen:

    Analisis apa sih ini?
    ================
    Fie :

    Analisis fotografi tingkat tinggi kali ya?😆

  8. pengen nanya om…

    pa beda’a camera nikon yg type “s” ma yg “x”???????
    =================
    Fie :

    Googling aja Mas, eheheh… aku kurang tau banyak soal kamera. yang penting ada kamera, biarpun kamera ponsel pun boleh, asal bisa narsis😀

  9. kebetulan q tinggalnya deket puncak…bsa liat keajaiban DIA tiap hari…so KEREN…
    ===============
    Fie :

    Wah, enak donk. Kebetulan aku juga tinggal deket ama gunung,😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s