Jadilah Petualang yang Baik

Jadilah Petualang dan Pendaki yang Peduli dan Bertanggung Jawab…..

Mengutip apa yang sedang hangat dibicarakan di milis dalam dua hari terakhir, gw juga pengen berbagi sedikit alam blog gw sambil sesekali ngasih komentar. Ada beberapa item yang perlu diperhatikan bagi penggiat alam bebas.

  1. Buanglah sampah pada tempatnya, kalau tidak ada tempat sampah, sewaktu turun gunung bawa balik semua sampah yang telah kamu hasilkan. Hindari membawa benda atau bahan non-organik yang baunya tajam atau menyengat. (Yap, bener banget, alam bukan tempat buang sampah gratis).

  2. Jangan bawa apapun. Jangan bawa batu, tumbuhan dan benda alami lainnya. Cukup ambil fotonya saja, jejak kaki dan bau benda non-organik yang kita bawa saja sudah cukup menyiksa bagi penghuni alam bebas.

  3. Amatilah satwa liar dari kejauhan, jangan mengikuti apalagi mengusik satwa liar kecuali ada kepentingan untuk penelitian ilmu pengetahuan.

  4. Ketika berjalan di hutan, berjalanlah dalam grup kecil dan di jalur yang telah disediakan. Karena jejakmu bisa mencederai bahkan membunuh tanaman, binatang dan organisme kecil yang hidup di permukaan dan bawah tanah. Alangkah lebih baik lagi bila pendakian dilakukan hanya dalam skala kecil maksimal 3 orang, 5 orang sudah terlalu banyak. Hentikan tradisi pendakian massal. (Seep banget, pendakian massal, selain bikin ribut juga bikin habitat disekitarnya musnah. Kebayang kan, kalo ndaki rame-rame, berapa tumbuhan di luar jalur yang bakal terinjak)

  5. Jangan memberi makan satwa liar, karena akan merusak kesehatan dan mempengaruhi habitat mereka.

  6. Pakailah pakaian yang tidak berpotensi menyinggung atau menimbulkan kecurigaan dari penduduk lokal. Hindari memakai perhiasan, tank top, rok mini, kaos tanpa lengan, celana pendek, dan pakaian yang terlihat seperti militer. (Item yang satu ini cukup bikin gw ngakak, wong edan kali ya yang berani make tank top ke gunung, mangnya mo pergi party apa? Duh…. buat yang ndaki pake pakean seksi kek gini, cukup sudah deh. Selain bikin norak, ga tenang, buat lawan jenis yang memandang juga bikin ga enak. Mo nya ndaki yang enak, malah berubah jadi mupeng dan nafsu. Tul ga?).

  7. Hormatilah penduduk lokal maupun sesama pendaki yang lebih berpengalaman. Biarlah hanya suara alam yang terdengar dan hindari menimbulkan suara gaduh apalagi berteriak.

  8. Ramahlah pada pendaki lain apalagi penduduk, dahulukan mereka berjalan bila melalui jalan setapak atau sempit. Bila berpapasan atau bertemu dengan penduduk lokal, bersikaplah sopan, dengan menyapa atau memberi salam.

  9. Jangan memberi uang secara cuma-cuma kepada penduduk lokal, kecuali untuk memberi kompensasi atas jasa atau bantuan yang telah mereka berikan.

  10. Hindari membeli souvenir yang terbuat dari satwa liar, kayu keras/kayu balok/pohon besar dan artifak atau benda purbakala.

  11. Pakailah sumber daya lokal. Kamu akan menemukan sesuatu yang lebih dari budaya dan kehidupan lokal. Ingatlah bahwa dengan memberdayakan penduduk lokal, seperti petunjuk jalan, pembawa barang dan transportasi lokal, kamu berarti telah membantu perekonomian mereka. Kamu juga akan memperkaya pengalaman dan petualanganmu dengan lebih banyak berinteraksi dengan penduduk lokal.

  12. Mulailah dari dirimu sendiri dan buktikan kalau kamu adalah petualang sejati

  13. Jangan memakai pakaian yang warnanya mencolok dan memakai parfum. Baju warna mencolok akan menakutkan binatang, dan parfum akan mengganggu orientasi binatang yang mengandalkan penciumannya utk mencari mangsa.

  14. Jangan berteriak dan ketawa keras2 di dalam hutan. Semakin sering manusia lewat tempat tsb dan mengganggu kenyamanan binatang, binatang akan takut dan semakin lari keatas, ke ketinggian yang bukan ekosistem yang tepat buat dia, yang jumlah jenis makananannya yang tepat sangat sedikit.

Sumber : Milis Petualangan Indonesia : Pendaki, Pangrango, Naturetrekker dan Indobackpacker Indonesia

16 thoughts on “Jadilah Petualang yang Baik

  1. pendaki gunung kadang ada yang suka jahil nyoret-nyoret pohon, khan kacian pohonnya . . .

    salam kenal
    ========
    Fie :

    Iya tuh, mpe sekarang masih banyak yang iseng2 kek gitu. hikss…😥
    salam kenal juga Mas Yoga🙂

  2. se7777…..
    btw…

    edelwis tarok kamar bagus lo dek..
    wakakakakakakakakaka…

    ^_*
    ================
    Fie :

    Iya sehhh….. Jadi tergoda neh, =p~

  3. sering bertualang ya bue?😀
    aku bertualangnya di ibukota doank😀
    ============
    Fie :

    Ehehe… gpp kali, cuman beda tempat ajah😀

  4. No army look? Heran deh..Knp kok g boleh yah? Pdhal kita kan g bawa M16 ato AK-47 :-s
    knp “para pendaki” sangat anti dg militer & memunafikkan nya? Pdhal teknik2 yg dpake byk mengadopsi teknik dr militer toch..? Fiwhh..Parah.. #-o
    =================
    Fie :

    Bukannya munafik kok bro, cuman disarankan untuk dihindari🙂

  5. Hmmm enak tinggal di kaki gunung …
    tiap hari jadi petualang…
    tiap hari mengirup udara segar..
    de el el

    Tidak kebisingan suasana kota yang memuakkan…
    kalau bukan karena faktor ekonomi…takkan kutinggalkan kampungku as a nagariku…

    Suatu hari nanti …ku kan tetap disana ….
    lepas dari kepalsuan kota…
    lepas dari kekejian kota….
    lepas dari kebisingan kota…
    de el el

    salam….nax marapi…
    =====================
    Fie :

    Waduh…..
    Kapan mo pulkam neh?

  6. @vagabond

    petualang ma tentara beda x..
    punya style masing2..

    ada cerita ne, di leuser jangan sekali2 bawa perlengkapan kek tentara, kek nesting model tentara, apalagi tas model tentara.wahaha
    konon se..bisa2 disangka militer ama tu GaM
    bisa2 di AK-47 se…

    jadilah kita petualang dialam kubur…
    ^_^
    ==========================
    Fie :

    Buat daerah konflik emang iya, mutlak buat dihindari ya bang

  7. Wah”,,, Thx infonya,,, !!!
    ^^,,,, !!!
    pasti sangat bermanfaat bagi pembaca nya^^,,,, !!!

    Salam kenal yah^^,,,, !!
    =================
    Fie :

    Makasih buat kunjungannya. Salam kenal juga yahh…

  8. #Abang
    Seorg adventurer pasti telah pelajari daerah tujuan sblm brangkat,ya kan? Gila aja dong klo masuk daerah konflik ato bekas konflik pake army look..
    Yg sy mksd tu utk wilayah non konflik brsenjata kek di Sumbar,om..apa make celana,sepatu ato kopel doang jg diharamkan..?? Kbanyakan para pndaki slalu brfikir skeptis ttg army look dan katanya sih pndaki itu cinta prsahabatan & prsaudaraan..tp yg sy lihat malah lbih RASIS & sombong cm gara2 atribut militer yg dpake seseorg😦
    ===============
    Fie :

    Waduh…. ga semua skeptis juga kok bro….😦

  9. @Vagabond.

    btw selama gw naek2 dah bertaun2
    kekna lum pernah gw ketemu pendaki yang style militer
    baek yang di jawa or d sumatera.
    paleng banter se temen make celana loreng pendek..
    ahh tu mah dah biasa kalee..

    ^_^

  10. kec..naek bareng rombongan marinir beneran se..
    acung 4 jempol deh wat fisik mereka.
    Gunung Rajabasa dengan track yang normal na ditempuh 4 jam wat naek 2 jam wat turun cuma di embat 2 jam naek turun….

    kok jaid off topic ya..
    hihi
    sori ya dek fie…

    ^_^
    ==========
    Fie :

    Mau donk ke Rajabasa😆

  11. yang buang sampah pada tempatnya setuju banget bozz..!

    setuju smua seh tapi kusus poin yg itu sangat2 setujuh sekaliii.. heheee…😀
    ===============
    Fie :

    masalah sampah ga bakal ada habis-habisnya si boss😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s