Bank Sampah

Bank Sampah

kick andy

Hari minggu kemaren, di sela-sela kesibukan menyetrika pakaian, gw sempat nonton acara kick andy di metro TV yang ditayangkan kalo ga salah jam 15.30 sore. Acaranya kali ini mengangkat tentang 5 finalis film documentar Eagle Awards yang kali ini bertemakan Indonesia Kreatif. Beberapa film yang diangkat oleh kick andy adalah tentang pemanfaatan asap pembakaran arang tempurung sebagai bahan pengawet, Jember Fashion Carnaval, pengelolaan sebuah televisi komunitas, Gorilla dari Gang Buntu bercerita tentang tempat fitness yang dibuat seadanya, harga murah dan peralatan minim, juga tentang Bank Sampah Gemah Ripah.

Kesemua topik yang diangkat sangat menarik. Namun yang paling menarik buat gw adalah tentang Bank Sampah. Nah, awalnya gw sempat ga ngerti dengan apa yang dimaksud Bank Sampah. Tapi ketika gw ikuti, ternyata bank ini memang bertindak seperti bank biasa. Ada direktur, ada manager, ada teller, dan bahkan ada pula kolektor sampahnya, pokoknya komplit banget deh. Apakah bedanya dengan bank konvensional? Ternyata sesuai dengan namanya Bank Sampah, yang ditabung emang sampah beneran. Bingung kan?

Jadi gini, tiap kali masyarakat datang buat nabung sampah ke Bank Sampah, sampah tersebut akan di pilah-pilah sesuai jenisnya. Nah, masyarakat yang nabung pun akan dikasih buku tabungan (rekening) layaknya bank biasa yang berisi berapa jumlah sampah yang ia tabung. Nantinya, sekali tiga bulan (masa panen bank sampah) sampah-sampah tersebut akan dijual kembali oleh Bank Sampah yang kemudian akan mendapatkan uang lagi. Nah, uang tersebut akan diberikan lagi kepada penabung sampah kapan dia mau tarik tabungannya. Jadi, semakin banyak sampah yang ia tabung, maka kemungkinan untuk terkumpulnya duit mereka dari hasil penjualan sampah akan semakin besar.

Menarik bukan? Bagaimana dengan promosi untuk menarik masyarakat untuk gemar menabung sampah? Tugas ini diberikan kepada anak-anak kecil selaku promotor di sekeliling kampung, sekaligus juga untuk meningkatkan potensi anak-anak itu sendiri.

Satu hal yang gw salut dalam hal ini adalah, orang-orang yang mengelola sampah tersebut melakukannya secara sukarela alias ga dibayar. Bagaimana dengan penghasilan mereka? Bank Sampah yang dikelola hanya sebagai tugas sampingan buat mereka, karena mereka juga punya pekerjaan lain untuk menghidupi keluarga, seperti tukang becak dan lain-lain. Satu kata, WOW. Betapa ikhlas dan tampa pamrih banget sikap mereka untuk melayani masyarakat.

Hal lain yang dapat kita petik dari sini adalah, untuk kebaikan masyarakat itu sendiri. Sampah menjadi tidak terbuang, menghasilkan uang, dan tentu saja yang paling penting adalah menjaga lingkungan tetap bersih dan bebas dari sampah. Hmmm… It’s so great. Sebuah langkah yang patut untuk ditiru oleh kita-kita semua. Masalahnya adalah, sanggupkah kita untuk berbuat sukarela, ikhlas dan tanpa pamrih untuk mengelola hasil buangan masyarakat sekitar kita? Semoga saja, dimasa yang akan datang kita dapat mewujudkan hal ini yang menjadi PR bagi kita semua untuk menjaga lingkungan. Amiin..

4 thoughts on “Bank Sampah

  1. wow..interesting😀 basicly, keren bgt klo masyarakat kita trima konsep ini (perhaps). bayangkan jika gengsi dan kepongahan sirna dari diri mrk..serta kita tdk cuma cape2 kampanye & ngasih comment aja,Hon ;)lets grow up, everyone..
    =====
    Fie :

    Yupp bener banget bro. Gimana? berminat buat buka bank sampah ga? 8->

  2. mmm..i’m not really sure bout that.. tp ga ada salahnya jg buat dicoba.
    bukannya sebaiknya memulai sesuatu itu dari diri kita sendiri? am i rite, Honey?😉
    =========
    Fie :

    Yeah, you’re rite.. mendingan skrang kita mulai untuk ga buang sampah sembarangan yah, kasian tukang sampahnya😉

  3. uni kuwh, ada felem nya nggak ni…😦
    kmaren nyari nyari nggak ketemu….
    kalau ada smuanya yah ni… smua yang lulus 5 besar😀
    =======
    Fie :

    Ga ada dek.. hehehe….

  4. the creator adlh seorang yang berdedikasi tinggi mengenai lingkungan
    dialah dosen poltekes jurusan kesehatan lingkungan depkes jogjakarta yang jg notabene sbg dosen teladan nasional…..
    semoga ide kreatif itu dpt mjd pancingan utk ide2 kreatif lainnya utk mengelola sampah dg baik, krn kalo qt cm mengandalkan pembuangan di TPA, cm akan memindahkan masalah mjd masalah baru. kenapa??? karena TPA itu sendiri punya batas kemampuan untuk menampung sampah, padahal lahan qt semakin sempit…….
    paling sebel lg kalo liat orang2 buang sampah sembarangan, katanya terpelajar, katanya berbudaya… lah ada mobil mewah lewat… wussss eh tiba2 kaca terbuka dan teplokkk kulit rambutan terlempar, lagiiiii teplokkkk kertas bekas nasi bungkus terlemparrr… terussss teplokkkk kulit duku terlemparrr wah wah wah apa ga bs bl tempat sampah y?? keknya ga mungkin dweh….
    trs kalo
    ===
    Fie :

    Iya sih, klo orang2 kaya dengan mobil mewah buang sampah di jalanan, kan dia bisa beranggapan “ah ntar juga ada tukang sapu jalan yang bersihin”.. dohh… sampe kapan mo kek gini?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s