Kejang Otot dan Pencegahannya

Bagi kamu yang sering trekking naik dan turun gunung, pasti pernah donk merasakan yang namanya kejang otot atau otot kaku. Biasanya ini sering dirasakan ketika udah pulang kerumah atau istilah saya nya “down to earth”. Saya sendiri baru merasakan otot terasa mau pecah ketika sudah semalam tidur dirumah. Saat bangun pagi, uhh bahkan disentuh dengan jari saja sakitnya minta ampun. Belum lagi kalau dibawa jalan, udah kek robot kurang latihan, hehehe…

Pentingnya Latihan

Aliran darah di kaki yang tidak lancar serta kontraksi yang tidak terkontrol serta kekurangan air dan zat garam dalam tubuh menyisakan hasil metabolisme jaringan berupa asam laktat yang menumpuk di otot kaki, akibatnya menimbulkan rasa sakit dan kejang. Otot kaku seperti ini biasanya disebabkan oleh kurangnya warming up sebelum melakukan perjalanan. Pemanasan biasanya dilakukan paling kurang 1 bulan menjelang trekking. Olahraga yang sebaiknya dilakukan adalah senam, joging atau berlari sambil membawa beban dan olahraga lainnya terutama yang dapat melatih otot-otot kaki, karena dalam pendakian, otot kaki inilah tumpuan utama untuk menahan berat tubuh dan berat beban di punggung (beruntunglah bagi yang tidak kebagian membawa carier dalam team nya :D).

Hanya satu kali saya tidak merasakan sakitnya menjadi robot yaitu pada tahun 2007. mungkin karena satu bulan sebelumnya saya juga udah naik gunung, jadi otot tidak lagi kaget dalam melakukan perjalanan jauh. Biasanya sebelum naik, saya wanti-wanti sama partner saya untuk melakukan warming up dari jauh-jauh hari. Namun terkadang males juga sih. Buktinya dalam pendakian bulan lalu saya dan si Bro tetap merasakan otot kaku karena warming up cuman 1 minggu menjelang berangkat. Itupun cuman lebih kurang satu jam, termasuk si Bro yang bahkan warming up hanya 1 hari menjelang berangkat. Hahah, parah… lol

Jangan remehkan Turun Gunung

Anehnya rasa sakit di otor baru terasa setelah turun gunung, dan hal ini tidak dirasakan ketika udah istirahat setelah mendaki atau bermalam di tujuan. Bisa jadi sih, ini disebabkan oleh tumpuan pada kaki yang sangat intens ketika turun gunung. Dimana kaki dipaksa untuk lebih menahan beban dan menumpu serta mengikuti arus gravitasi. Belum lagi kalo membawa beban yang berat dipunggung, kebayang donk berapa beban yang harus ditahan oleh kaki kita? Sedangkan ketika kita mendaki, kita bisa mengkoordinasikan otot lengan dan punggung selagi melakukan perjalanan.

Turun gunung jangan dianggap enteng donk! Karena biasanya banyak kecelakaan terjadi malah disaat turun gunung. Apalagi bagi yang ototnya kagetan dan turun sambil berlari. Hal ini dapat menyebabkan hentakan pada otor kaki, salah langkah malah bisa membuat regang otot paha dan lutut dan parahnya sampai keseleo yang akibatnya kaki tidak bisa lagi diajak kompromi. Seperti yang terjadi satu bulan lalu yang membuat kami dengan senang hati ngecamp lagi di basecamp dan tambah libur satu hari. Yeehaaaa….

Mengatasi Otot Kejang

Dari beberapa artikel yang pernah saya baca, ada lho caranya untuk meredakan atau paling tidak mengurangi kejang otot. Ambil segenggam nasi, seduh dengan air panas, remas-remas sampai lumat lalu campurkan satu sendok garam dapur. Setelah adonan tercampur rata tempelkan pada kaki yang kejang, dalam waktu yang singkat kejang kaki akan segera sembuh. Cara lainnya yang sudah dibuktikan oleh ilmuwan adalah dengan meminum sari acar timun. Nah lho, pengen coba?😉

So, buat kamu-kamu yang ga pengen merasakan sakitnya jadi robot, sebelum melakukan perjalanan/pendakian sebaiknya ada warming up dulu biar otot-otot nya ga kagetan menghadapi medan yang berat. Usahakan juga untuk membawa makanan yang lebih bermartabat (jangan mie instan ma sarden ato kornet doank, heheh..) untuk menjaga tubuh kamu tetap fit dan memenuhi asupan gizi yang cukup dalam menunaikan misi yang akan kamu hadapi. Ciao…

3 thoughts on “Kejang Otot dan Pencegahannya

  1. Wah bisa nih jadi tukang urut dadakan…
    ===
    Fie :

    Walah, engga deh.. ntar malah salah urat pasiennya.. ehh dituntut UU no skian2 ;))

  2. Eh link blog awak alah di pasang yo ni, sory ni alum sempat wak pasang baliak, lum ka warnet lai🙂
    ===
    Fie :

    Gpp kali, biasa aja😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s