Vertikultur

Bertani di Lahan Sempit

Salah satu kendala saya dalam berkebun adalah lahan yang tersedia cuman seupil. Itupun hanya terdiri dari pasir, batu-batuan sisa pondasi rumah plus pelapukan kayu. Untuk mengatasi hal tersebut saya mencoba untuk bertanam dengan polibag dan pot seadanya. Namun tetap saja kurang, karena masih butuh lahan lagi untuk menjejerkan polibag dan pot tersebut.

Untuk mengatasinya, saya mencoba untuk menggunakan system vertikultur, yaitu tanam menanam dengan sistem vertikal. Bahan yang digunakan biasanya adalah bambu, talang air dan pipa paralon. Untuk menghemat biaya dan sekaligus karena baru mencoba untuk pertama kali, saya hanya memanfaatkan bambu yang ada. Caranya adalah dengan memotong bambu sekitar 1.7 meter (tingginya sesuai dengan kebutuhan), dengan asumsi 20 cm untuk ditanam ke dalam tanah agar bambu tersebut kokoh, dan sisanya untuk menanam sayuran.

Supaya bisa memasukkan media tanam, ruas-ruas bambu harus dilubangi dengan linggis atau kayu, kecuali pada ruas paling bawah, cukup dilubangi kecil-kecil dengan paku untuk porosan air. Lalu pada sisi bambu dibuat lubang yang besarnya juga sesuai kebutuhan dengan bor atau pahat. Karena tidak punya kedua bahan tersebut saya menggunakan gergaji, dengan ukuran lubang dan jaraknya yang juga tidak simetris (maklum masih newbie dengan pertukangan, hehe :D).

Dengan ukuran 170 cm, saya membuat sekitar 12 lubang berselang seling. Setelah selesai di tanam dalam tanah, baru di isikan media tanam yang terdiri dari campur tanah, sekam dan pupuk kandang, lalu disiram dari lubang bambu yang paling atas. Namun saya sendiri tidak yakin apakah air tersebut mampu mencapai dasar media tanam di ruas bambu paling bawah. Untuk menyuplai kekurangan air tersebut, saya tetap menyemprotkan air dan nutrisi pupuk dengan spray ke masing-masing lubang tanaman. Pupuk yang sebaiknya digunakan adalah pupuk cair atau pupuk padat yang sudah dilarutkan dalam air. Saya sendiri belum ada pengalaman dalam pemupukan sih, karena vertikultur nya juga baru jadi. Tetapi menurut referensi yang saya baca sih begitu.😀

Tanaman yang cocok untuk vertikultur ini adalah tanaman holrikultura yang semusim, contohnya sawi, kangkung darat, cabe, tomat, bawang dan sebagainya. Wahh, udah ga sabar melihat pertumbuhan tanaman dalam vertikultur ini, moga-moga saja bisa tumbuh dan berkembang dengan baik, serta berguna bagi rumah tangga, nusa dan bangsa. Amiin.:mrgreen:

Hasilnya satu bulan kemudian

Lanjut, beberapa model vertikultur yang lain

10 thoughts on “Vertikultur

  1. Sungguh sangat kreatif… org jkt bagus nih karna halaman dah kurang.. bambunya bertahan berapa lama yah… ? nice info.. btw salam kenal dan salam persahabatan
    -ystandiera.com-justwalking weblog-.
    ===

    Fie :
    Kira-kira 2 tahunan lebih

  2. saya punya lahan depan rumah uk. +/- 2 m X 3 m dengan atap fiber bening dan berlantai kramik, kondisi cuaca standar panasnya jakarta, sy tinggal di cinere, saya berminat utk bertanam sayuran dg cara spt contoh difoto blog ini. Apakah saya bisa memesan utk dibuatkan media tanam spt itu dg budget +/- Rp. 1 jt? mohon jawabannya, atas bantuan dan perhatiannya saya ucapkan trima kasih.

  3. Wah, kebetulan saya juga make buat konsumsi pribadi aja mas.. kalo mas mau, kalo ribet nyari bambunya mending pake paralon aja, atau kalo ribet pake tanah, hydroponik aja mas, lebih gampang, ga pake ribet nyiram😀

  4. terima kasih referensinya mas, sangat membantu.. Saya biasanya susah nyiram, ga taunya pake paralon kecil ya di dalamnya😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s