Seledri Hidroponik

Seledri Hidroponik

Seledri adalah salah satu kebutuhan yang paling essensial di dapur saya. Soalnya sering bikin telur dadar, mie goreng atau mie rebus, rasanya kalau tidak pakai seledri jadi kurang maknyus. Saya sendiri adalah penggemar seledri, biasanya kalau makan bakso, sering minta dilebihkan seledrinya sama yang jualan, hehehe…

Semenjak hobbi menanam sayuran sendiri di halaman belakang, saya jadi sering menanam seledri. Dulu sih ditanam di tanah dengan sistem vertikultur karena keterbatasan lahan. Namun karena kesibukan, si seledri tidak bertahan lama karena kurang air (males nyiram), dan hanya dapat dipanen beberapa kali.

Seledri Hidroponik

Solusi terbaru adalah dengan hidroponik. Awalnya sih nyemai karena iseng-iseng aja, kebetulan ada cup berlebih sisa semai selada yang tidak tumbuh. Maka disemailah seledri ala kadarnya, alias ga ngitung-ngitung jumlah seeds dalam satu cup. Alhasil tumbuhnya keroyokan, dan mindahinnya jadi super duper repot banget, karena akarnya yang halus dan daun yang berkait-kait dengan daun yang lain. Capedeh😦

Seledri sebelum dipindahkan

Setelah Repotting

Setelah sekitar satu setengah bulan udah bisa panen lho. Daunnya rimbun, dan kebutuhan nutrisi pun tidak banyak, karena seledri bukan tanaman yang rakus air seperti tomat. Kebutuhan larutan nutrisi adalah 1260-1680 ppm dengan PH 6.5. Saya sendiri baru punya TDS meter untuk mengukur ppm nya, sedangkan untuk PH tidak pernah di ukur karena ga punya alatnya (muahaaal banget).

Alat yang dibutuhkan adalah : styrofoam box bekas buah anggur, cup air mineral gelas (bekas), sumbu dari kain flanel dan pupuk Abmix. Cup di bolongi dan dikasih sumbu, lalu sumbu tersebut harus dapat menyentuh air yang digenangkan di dalam styrofoam box (cara ini disebut wick system). Karena box nya ini bolong-bolong, harus dilapisi dulu dengan plastik berwarna hitam (kalo putih, sering lumutan yang dapat mengganggu penyerapan nutrisi oleh tanaman). Buat yang ga punya TDS meter, dikira-kira aja juga bisa kok. 5 ml larutan Abmix untuk 1 liter air. Hanya saja bagi yang menggunakan air PDAM, ada baiknya air diendapkan dulu beberapa waktu agar kaporitnya mengendap. Selain itu, tambahkan sedikit bubuk Abate ke dalam genangan air agar tidak jadi sarang nyamuk. Sejauh ini saya coba efektif kok pake Abate, ga ada lagi jentik yang nongol, dan yang paling penting keberadaan Abate tidak mempengaruhi larutan yang digunakan.

Seledri Hidroponik

Nah, pake sistem hidrponik ga repot nyiram, kan? Palingan sekali seminggu cek air dalam box, masih cukup atau tidak. Kalo udah menipis ya tambah lagi, karena si tanaman ga boleh kekeringan.

Tips : ada baiknya menyemai seledri hidroponik, langsung dihitung dalam satu cup misalnya terdiri dari 2-3 biji saja. Karena kalo rame-rame, tanaman harus dipindahkan ke cup lain supaya pertumbuhannya maksimal. Proses pemindahan ini repot sekali, sebaiknya semai dan tanam berada dalam cup yang sama biar ga keleyengan mindahinnya, hehehe😀

Seledri hidroponik

Seledri

Seledri Wick System

16 thoughts on “Seledri Hidroponik

  1. ceu mau tanya dong ini buat tugas biologi saya, kalo saya mau bikin penelitian sederhana perbedaan tumbuhnya seledri berdasarkan jenis tanah kira kira tanah apa aja yang mempengaruhi pertumbuhan seledri? trus kalo saya nanem seledri tapi dari seledri yang udah jadi yang masih ada akarnya lalu tinggal dipotong saja setengah batangnya itu bisa ga? soalnya yang saya denger selama masih ada akar dan batang masih bisa tumbuh. please balas pertanyaan ini😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s