Tips Menanam Tomat – Semai

TIPS MENANAM TOMAT – SEMAI

Banana Legs Tomatoes

Banana Legs Tomatoes

Menanam tomat kebanyakan hobbies memang agak susah. Banyak dari teman-teman saya kapok menanam tomat karena gagal terus. Ada yang terserang hama, ada yang pohonnya kuntet (kurus), ada yang subur tapi tidak mau berbuah, ada juga yang bunganya banyak tapi rontok melulu.

Bagi saya sendiri, mungkin karena didukung oleh cuaca yang bagus yaitu di dataran tinggi yang iklimnya sejuk, menanam tomat tidak mengalami kendala yang begitu berarti, kecuali saat musim hujan dimana jamurnya banyak bangeeet. Ampun deh kalo udah soal jamur, susah menanggulanginya kecuali harus semprot pestidida semenjak satu minggu setelah tomat pindah tanam. Namun saya sendiri belum pernah memakai pestisida untuk tomat, kalaupun kena hama palingan daun yang kena hama dikebiri, kalau masih bandel juga ya sutralah, saya naikin saja dosis pupuk untuk menyuburkan tanaman sehingga daunnya makin banyak untuk melakukan fotosintesis, hehe.

Tips menanam tomat unik sendiri tidak berbeda jauh dengan tomat lokal. Bedanya hanya pada varietas nya yang berbeda-beda. Juga untuk ketahanan tanaman itu sendiri terhadap hama dan lingkungannya. Tomat unik (impor) biasanya berjenis heirloom (keturunan berikutnya akan sama dengan induknya) dimana perawatannya agak sedikit susah karena rentan terhadap hama. Berbeda dengan tomat bibit lokal yang kebanyakan sudah hibrida dan tahan terhadap berbagai jenis penyakit tertentu. Ada yang tahan terhadap embun tepung, ada yang tahan terhadap jamur, dan lain sebagainya. Namun bibit yang dihasilkan dari tomat hibrida tidak bisa ditanam kembali karena buahnya anak berbeda dengan induknya. Jadi kebanyakan petani akan membeli kembali bibitnya di toko pertanian.

Berikut adalah beberapa tips menyemai tomat (cara saya) yang berlaku untuk jenis-jenis tomat heirloom import yang sudah beberapa kali saya terapkan.

  • Membuat label tomat

Ga lucu donk kalau nanam tomat ga tau judulnya, hehe. Karena jenis tomat itu sendiri ada banyak, dan daripada bingung nanti setelah tomat berbuah ga tau apa jenisnya, hayuuk kita bikin label sendiri. Pertama ketik nama-nama tomat lalu print. Kedua gunting label tersebut satu persatu, dan laminating di tukang pres. Inget ya digunting dulu baru di laminating dengan jarak 2-3 cm, agar setelah hasil laminating digunting nanti, air dari luar tidak ada yang lolos masuk ke dalam label. Berikut penampakannya

Labeling

Labeling

  • Merendam biji tomat

Cara ini berlaku bagi yang ingin biji tomatnya cepat tumbuh. Kalau saya sih jarang rendam, soalnya saya menanam tomat cuman 1 biji per jenisnya karena keterbatasan lahan.

  • Rendam rockwool dengan air hangat lalu bolongin tengah-tengahnya dengan tusuk gigi dengan kedalaman 5-10 mm.
  • Masukkan biji tomat ke dalam rockwool, lalu celupkan rockwool ke dalam air sehingga seed nya basah, lalu peras sedikit air yang di rockwool. Kemudian taruh ke dalam netpot beserta dengan label tomat.
Semai

Semai

  • Simpan di tempat gelap. Setelah 3 hari kemudian cek, apakah sudah ada biji tomat yang berkecambah.
Kecambah

Kecambah

  • Jika sudah berkecambah, pindahkan ke tempat yang terang supaya ketika bijinya tumbuh nanti tidak etiolasi (kurus, pucat, panjang dan langsing)
  • Pindahkan bibit yang sudah berdaun 4-5 ke media tanam yang baru dan siap untuk dibesarkan.
Pindah Tanam

Pindah Tanam

Pindah Tanam

Pindah Tanam

Sekian dulu tipsnya ya, untuk tips pembesaran tomat, tunggu postingan berikutnya.🙂

2 thoughts on “Tips Menanam Tomat – Semai

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s